Karier birokrat
Dalam kariernya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Smith Pabbola telah mengemban berbagai jabatan penting dalam lingkup wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Ia pernah menjabat sebagai Kepala bagian (Kabag) bidang pembangunan di Pemerintahan Kabupaten Soppeng, Sekretaris daerah (Sekda) di Pemerintahan Kabupaten Selayar, Pembantu Gubernur Sulawesi Selatan Wilayah II Palopo, Kepala Inspektorat di Pemerintahan Kabupaten Pinrang, Kepala biro bidang perekonomian di Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala biro bidang personalia di Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan, Pembantu Gubernur Sulawesi Selatan Wilayah IV Bantaeng (1996), Kepala Inspektorat Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan (1995–2002), Penjabat Bupati Kepala Daerah (BKDH) Maros (1999), Kepala Badan Pengawas Daerah Provinsi Sulawesi Selatan serta menutup kariernya dengan menjadi Ketua Harian Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Kotamadya Pare-pare sebelum pensiun dari ASN dengan pangkat IV.e.[1]
Kematian
Smith Pabbola meninggal dunia pada usia 81 tahun. Awalnya, ia mengeluh sakit perut dan tiba-tiba kehilangan kesadaran, dan meninggal dunia setelah sekitar 5 jam dirawat di rumah sakit di Jakarta pada 30 Desember 2023. Jenazahnya dikebumikan dengan penghormatan di Pekuburan Keluarga di Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada 1 Januari 2024. Sebelumnya, jenazahnya diterbangkan dari Jakarta ke Kota Makassar dan disemayamkan di rumah duka di Town House, Jl. Hertasning, Kota Makassar. Smith Pabbola meninggalkan seorang istri bernama Hj. Andi Rosnani Nurdin dan lima orang anak, masing-masing Lely Smith, Muhammad Rusmin Smith, Muhammad Ruslan Smith, Siti Nurrusiah Smith, dan Muhammad Nawafil Smith.[1]