Skorpiovenator ("pemburu kalajengking") adalah sebuah genus dinosaurustheropodaabelisauridae yang berasal dari bebatuan Kapur Akhir (Senomanium-Turonium) dari Formasi Huincul di Argentina. Satu-satunya spesies dalam Skorpiovenator, S. bustingorryi, dinamai untuk menghormati Manuel Bustingorry, pemilik sebuah pertanian yang lahannya menjadi tempat menemuan spesimen tipe dari genus ini. Dideskripsikan secara formal pada 2009, spesimen tipenya menjadi yang paling sempurna dan membuka wawasan yang pernah di temukan di antara fosil abelisaurid lainnya. Spesimen tersebut mencakup kerangka terartikulasi yang hampir lengkap. Sebuah fragmen tibia dikaitkan dengan Skorpiovenator pada 2022.
Skorpiovenator adalah sejenis abelisaurid yang cukup besar. Dari spesimen tipenya sepanjang 4,35 m (14,3 ft). Bedasarkan anatomi kerabat dekatnya, barangkali panjangnya 6–6,2 m (19,7–20,3 ft) ketika masih hidup, dan berbobot hingga 891 kilogram (1.964 pon).[1][2][3] Kerangkanya pendek dan tumpul, dan mirip Carnotaurus. Tekstur tulangnya berkerut, bahkan dalam standar abelisaurid lainnya. Hal ini mengindikasikan adanya sisik wajah yang besar. Tengkoraknya juga tertutup oleh lubang-lubang kecil yang bernama foramina, yang menyarankan sensitivitas wajah yang tinggi.