Berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/06/III/1999 tanggal 6 Maret 1999 tentang pokok-pokok Organisasi dan prosedur.[2]
Sesuai Kep. Kasau di atas Skadron Udara adalah satuan pelaksana Operasional Wing yang berkedudukan langsung di bawah Dan Wing. Namun karena di Pangkalan Udara Supadio belum ada Wing Udara, maka kedudukan Skadron Udara 1 berada langsung di bawah Danlanud.
Tugas Pokok Skadron Udara 1 adalah menyiapkan dan melaksanakan pembinaan dan pengoperasian unsur-unsur udara sesuai fungsinya (pesawat dan awak pesawat) yang berada dalam satuannya.
Skadron Udara 1 dibentuk pada tanggal 29 April 1950, dengan pesawat B-25 Mitchell yang berkedudukan di Lanud Cililitan, Jakarta. Selain pesawat B-25, Skadud 1 pernah diperkuat Tupolev Tu-2 yang diperoleh dari Tiongkok pada periode 1958/1959 dan pesawat B-26 Invader pada tahun 1960. Pada tahun 1958, kedudukannya dipindahkan ke Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.
Berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor: Kep/37/VII/1977, Skadron Udara 1 secara resmi dibekukan pada tanggal 29 Juli 1977.
Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Siboen meresmikan pengaktifan kembali Skadron Udara 1 melalui upacara militer di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang pada tanggal 18 Desember 1990. Dengan peresmian tersebut, diserahkan pula pesawat tempur taktis OV-10F Bronco sebagai alutsista Skadud 1. Pengaktifan kembali skadron Udara 1 ini berdasarkan Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Nomor: Kep/2/XII/1990. Pada peresmian tersebut, pula Tunggul Skadron Udara 1 “Akasa Waskita Dwi Matra Vidya” kepada Letkol Pnb Wresniwiro sebagai Komandan Skadud 1 yang baru. Skadud 1 tetap berkedudukan di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.[3]
Pesawat Hawk 209 di Lanud Supadio, tahun 2023.
Selanjutnya pada tahun 1999, Skadron Udara 1 diperkuat dengan pesawat Hawk 109 dan Hawk 209 batch 2. Disaat yang sama, Skadud 1 mulai berpindah ke markas barunya di Lanud Supadio, Kubu Raya yang berada dekat dengan Kota Pontianak, yang ditandai dengan kedatangan dua buah pesawat Hawk 209 di pangkalan udara tersebut pada tanggal 29 April 1999. Skadud 1 mencapai kekuatan penuh pada bulan November 1999 dengan telah datangnya seluruh 18 buah pesawat Hawk 109/209.[4] Skadron Udara 1 resmi pindah dari Lanud Abdulrachman Saleh ke Lanud Supadio, di bawah Koopsau I pada tanggal 5 April 2000. Skadron Udara 1 diresmikan pengoperasiannya oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Hanafie Asnan. Karena keberadaannya di Bumi Khatulistiwa, maka oleh seluruh warga Kalimantan Barat, Skadron Udara 1 diberi nama kehormatan “ELANG KHATULISTIWA”.
Seluruh operasional pesawat tempur Hawk 109/209 milik Skadron Udara 12 dipindahkan ke Skadron Udara 1 pada tanggal 7 Januari 2026 untuk menyambut kedatangan pesawat tempur berjenis Dassault Rafale di Skadud 12. Pada hari itu juga, 3 buah pesawat Hawk 109/209 dari Skadud 12 tiba di Lanud Supadio sebagai bentuk pelepasan simbolis.[5] Skadron Udara 1 direncanakan juga akan mendapatkan pesawat Rafale di masa mendatang.[6]