Sisu: Road to Revenge (Finlandia: Sisu 2code: fi is deprecated ; ditulis dengan gaya SI2U) adalah film laga tahun 2025 yang ditulis dan disutradarai oleh Jalmari Helander. Film ini merupakan sekuel dari Sisu (2022). Jorma Tommila kembali memerankan karakter Aatami Korpi, dengan Richard Brake dan Stephen Lang bergabung dalam jajaran pemeran.[5] Dalam film ini, Aatami Korpi membongkar rumah lamanya, memuatnya ke atas truk, dan bertekad membangunnya kembali di tempat yang aman sebagai bentuk penghormatan atas keluarganya yang telah dibunuh secara sadis. Namun, pria yang telah membunuh keluarganya bertekad menuntaskan pekerjaannya dengan membunuh Korpi bagaimanapun caranya. Film ini diproduksi oleh Petri Jokiranta dan Mike Goodridge masing-masing untuk Subzero Film Entertainment dan Good Chaos, dengan Eric Charles bertindak sebagai pengawas produksi untuk Stage 6 Films milik Sony. Berbeda dengan film sebelumnya yang berlatar di Lapland, proses pengambilan gambar dilakukan di Estonia.[6][7]
Pada tahun 1946, Finlandiamenyerahkan wilayah Karelia kepada Uni Soviet sebagai bagian dari perjanjian perdamaian setelah Perang Dunia II. Setelah menemukan emas di Lapland, Aatami Korpi, mantan komando Finlandia yang dijuluki “pria yang menolak untuk mati”, melintasi perbatasan menuju Karelia, tempat keluarganya dibantai secara brutal selama perang. Ia membongkar rumahnya, memuatnya ke atas sebuah truk, dan bertekad membangunnya kembali di tempat yang aman sebagai penghormatan bagi keluarganya. Ketika Tentara Merah mengetahui kedatangan Aatami di wilayah mereka, agen-agen KGB membebaskan Yeagor Draganov—orang yang membunuh keluarganya—dari penjara di Siberia, dengan janji pengampunan hukumannya jika ia mampu membalas pembantaian pasukan Soviet yang dilakukan oleh Aatami saat Perang Musim Dingin.[5][12]
Dalam perjalanannya ke arah barat menuju perbatasan Finlandia, Aatami dicegat oleh Draganov bersama beberapa anak buahnya. Aatami membunuh para prajurit tersebut, tetapi membiarkan Draganov hidup, tanpa mengetahui perannya dalam kematian orang-orang terkasihnya. Draganov kemudian mengerahkan unit bermotor dan pesawat untuk mengejar Aatami. Aatami menghancurkan para pasukan tersebut, tetapi sebuah pesawat pengebom akhirnya memaksa dirinya dan truknya terjun dari tebing ke laut. Aatami berhasil menyelamatkan sisa-sisa rumahnya, mengubah balok-balok kayu menjadi rakit darurat, dan berlayar kembali ke daratan, tempat ia menemukan sebuah tank terbengkalai. Ia menggunakan sejumlah dinamit untuk melontarkan tank tersebut melewati pos pemeriksaan perbatasan Soviet yang dijaga oleh Draganov, tetapi tank itu hancur dan Aatami mengalami luka parah. Ia menancapkan sebilah pisau ke daging lukanya sebelum akhirnya ditangkap oleh Draganov. Draganov awalnya ingin membunuhnya, tetapi para petinggi KGB datang dan meminta Aatami ditangkap hidup-hidup.
Para petinggi KGB membawa Aatami dengan kereta menuju Siberia. Setelah penyiksaan dengan hukuman cambuk, Draganov masuk dan mengungkapkan perannya dalam pembunuhan keluarga Aatami. Murka setelah mengetahui identitas pembunuh keluarganya, Aatami melepaskan diri dari ikatannya, mengambil kembali pisaunya, dan bergerak menuju bagian depan kereta sambil membunuh sejumlah prajurit Soviet di gerbong-gerbong kereta yang ia lewati. Mengetahui bahwa Aatami lepas dan mengancam, Draganov melepaskan kait gerbong kereta dan membunuh semua petinggi KGB yang sebelumnya mencegahnya untuk membunuh Aatami. Aatami menemukan sebuah rudal balistik di gerbong kereta, mengaktifkannya, dan memanfaatkannya sebagai pendorong darurat untuk mengejar Draganov. Keduanya terlibat dalam pertarungan terakhir; Draganov sempat unggul, namun Aatami melepaskan rudal yang masih aktif dari kereta dan meluncurkannya ke arah Draganov, menewaskannya. Setelah membalaskan kematian keluarganya, Aatami mengambil kembali kayu-kayu rumahnya dan menggunakan wagon kereta untuk membawanya melintasi perbatasan Finlandia. Di pos perbatasan, tentara yang berjaga memberikan hormat setelah melihat paspornya yang lusuh. Setibanya di Finlandia, saat Aatami membangun kembali rumahnya, beberapa pria Finlandia menghampirinya dan menawarkan bantuan, yang diterimanya dengan rasa terima kasih dalam keheningan.
Richard Brake sebagai seorang perwira KGB yang mengirim Draganov untuk menangkap Korpi
Stephen Lang sebagai Igor Draganov, seorang perwira Tentara Merah Soviet yang bertanggung jawab atas pembunuhan keluarga Korpi
Produksi
Dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Finlandia pada Maret 2023, Helander menyatakan ketertarikannya untuk membuat sekuel Sisu jika film tersebut terbukti sukses di box office Amerika.[13] Pada wawancara lain di Mei 2023, Helander mengatakan, "Saya punya gambaran tentang apa yang akan terjadi selanjutnya… Mungkin ada seseorang yang kembali membutuhkan keterampilan [Aatami Korpi], tapi kita lihat saja nanti."[14] Helander kemudian mengungkapkan bahwa ide untuk alur cerita sekuel muncul saat ia sedang merenovasi apartemennya.[15] Pada Desember 2023, Jorma Tommila juga menyatakan minatnya untuk kembali memerankan tokoh utama Aatami Korpi dalam film sekuelnya.[16] Pada bulan yang sama, Helander mengonfirmasi bahwa ia akan kembali menjadi sutradara untuk film sekuelnya,[17] dengan Finnish Film Foundation awalnya memberikan dukungan dana sebesar €50.000.[18] Belakangan, jumlah dukungan itu meningkat menjadi €1 juta dan anggaran keseluruhan film diumumkan sekitar €11 juta, menjadikannya salah satu film Finlandia termahal.[2][19]
Pada Maret 2024 diumumkan bahwa proses pengambilan gambar untuk sekuel akan dimulai pada akhir musim panas, dan diperkirakan film ini akan tayang perdana dalam waktu kurang dari dua tahun.[7] Film ini hampir seluruhnya dibuat di Estonia (yang dalam film digambarkan sebagai Karelia di bawah pendudukan Soviet), dengan hanya satu hari pengambilan gambar di Finlandia. Lokasi syuting berlangsung di wilayah Estonia Timur dan Tengah, tepatnya di County Rapla, serta di pesisir barat Estonia di County Lääne. Tebing kapur Baltic Klints di Estonia juga menjadi salah satu lokasi pengambilan gambar.[20]
Menurut Helander, tone film ini banyak terinspirasi dari referensi film Indiana Jones, James Bond, dan film-film Buster Keaton.[21] Tommila menyatakan bahwa peran tersebut menuntut fisik yang cukup berat untuk usianya, namun ia mampu menjalaninya dengan menerapkan pelajaran yang pernah ia dapatkan dari sutradara teater Jouko Turkka (1942–2016).[22] Pada April 2025, diumumkan bahwa Sony Pictures melalui Screen Gems telah menggantikan Lionsgate sebagai distributor domestik untuk sekuel ini, setelah perusahaan saudara mereka, Stage 6 Films, memilih mempertahankan hak distribusi global di luar Finlandia. Dalam kesempatan itu, Stephen Lang dan Richard Brake juga diumumkan bergabung dalam jajaran pemeran.[23]
Masa depan
Helander tidak secara langsung menyatakan apakah ia berniat menyutradarai film Sisu ketiga, karena ia menganggap Road to Revenge sudah menjadi penutup cerita yang baik,[6][24] meskipun ia tidak sepenuhnya menutup kemungkinan adanya sekuel:[25][26]
"Jika suatu saat ada yang berkata bahwa saya akan mendapat sejumlah uang besar bila membuat film ketiga, mungkin saya akan mempertimbangkannya." [21][27]
Tommila memberi isyarat bahwa jika ia diundang untuk kembali memerankan Aatami Korpi dalam film ketiga, ia akan bersedia selama masih memiliki cukup kekuatan untuk melakukannya.[28]