Daerah ini pada masa kesultanan Jambi disebut dengan Bukit Tambun Tulang, berdasarkan pepatah adat Jambi yang menyebutkan batas wilayah kesultanan Jambi yang berbunyi:[4]: 29 
Dari ujung Jabung sampai Durian Takuk Rajo. Dan Sialang belantak besi sampai bukit Tambun Tulang.[4]: 29 
Bukit Tambun Tulang yang dimaksud adalah salah satu daerah Singkut yaitu daerah Bukit Tigo.[a][4]: 29 
Kecamatan Singkut diresmikan pada tanggal 13 juni 1970 semasa pemerintahan Presiden Soeharto. Pada tahun 2010 jumlah desa sudah mencapai 11 desa 1 kelurahan.
Sehubungan dengan perkembangan dan kemajuan Kab. Sarolangun pada umumnya serta Kecamatan Pelawan Singkut pada Khususnya, dan adanya aspirasi yang berkembang dalam masyarakat, dipandang perlu meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan, Pelaksanaan pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan guna menjamin perkembangan dan kemajuan pada masa yang akan datang; Berkenaan dengan hal tersebut di atas dan memperhatikan perkembangan jumlah penduduk, luas wilayah, potensi ekonomi, sosial budaya, sosial politik, dan meningkatnya beban tugas dan volume kerja dibidang penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Kecamatan Limun, dipandang perlu membentuk Kecamatan Singkut sebagai pemekaran dari Kecamatan Pelawan Singkut. Peraturan Daerah (PERDA) ini mulai berlaku pada tanggal 26 Januari 2007.[5]
123Zainuddin, R.; Yuhadi, M.; As., Bachtiar (1878/1879). Kutoyo, Sutrisno (ed.). Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi(PDF). Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2025-11-13. Diakses tanggal 2025-09-21.;