Sembilan puluh Keluarga Ulas dari pedalaman selatan Turki adalah contoh utama dari sindrom ini.
Tan mendeskripsikan lima anggota berjalan dengan gaya quadrupedal menggunakan kaki dan telapak tangan mereka.
Pada bayi, yang mana hal ini jarang tetapi sebuah tahap normal awal dan terkadang kemudian berjalan bipedal, gaya berjalan seperti itu disebut dengan "rangkak-beruang".
Anggota keluarga yang terserang sindrom tersebut juga mengalami retardasi mental berat dan kemampuan berbicara yang primitif.
Tan mengajukan bahwa ini adalah gejala dari sindrom Uner Tan.
[1]
Secara habitat dan genetis, SUT berbeda dari sindrom disequilibrium (DES - Hagberg et al. (1972)), menurut sebuah penelitian.
[3]
Empat pria, dua wanita
Pada Januari 2008, Tan melaporkan keluarga lain (empat pria dan dua wanita) berlokasi di Turki bagian selatan.
[4]
Lain
Empat kasus berbeda lainnya dalam keluarga-keluarga dideskripsikan dalam tingkatan berbeda mengalami SUT di antara sepuluh orang.
Pria lebih mudah terjangkit daripada wanita.
[3]
Beberapa individu tidak sadar dengan waktu, kekurangan bahasa, memiliki retardasi mental berat tanpa ada pengalaman sadar dan berkomunikasi dengan suara keruh.
Dua pria tidak bisa berdiri, sementara di kasus lainnya, bisa berdiri tetapi tidak bisa melangkah saat tegak.
Kasus-kasus yang sedikit berat berjalan dengan jari kaki, yang mana merupakan sebuah fase normal dalam gaya perkembangan anak.
Lihat untuk pertimbangan:
Uner Tan syndrome: history, clinical evaluations, ganetics, and the dynamics of human qaudrupedalism. The Open Neurology Journal, 2010, 4, 78-89.
1234Humphrey, N., Keynes, R. & Skoyles, J. R. (2005). "Hand-walkers: five siblings who never stood up"(PDF). Discussion Paper. London, UK: Centre for Philosophy of Natural and Social Science. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)