Shigetarō Shimada (嶋田 繁太郎code: ja is deprecated , Shimada Shigetarō, 24 September 1883 – 7 June 1976) adalah seorang Laksamana Angkatan Laut Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Ia menjabat sebagai Menteri Angkatan Laut Jepang. Setelah Perang berakhir, ia didakwa sebagai penjahat perang dan dihukum penjara seumur hidup.
Setelah lulus dari “Naval War College” pada bulan Desember1915, ia dipromosikan menjadi letnan komandan pada tanggal 13 Desember dan ditetapkan sebagai asisten Atase Angkatan Laut di Roma, Italia selama Perang Dunia I.
Sekembalinya ke Jepang, setelah perang, ia menjabat sebagai perwira staf dibeberapa posisi di Staf Umum Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada 1920. Ia dipromosikan sebagai komander pada 1 Desember1920 dan ditugaskan sebagai perwira eksekutif Kapal tempur Hyūga pada 1922. Tahun 1923, ia ditugaskan sebagai intruktur di “Naval War College” dan komandan Divisi kapal selam ke-7 pada 1926.
Pada 1 Desember1924, di dipromosikan sebagai Kapten menjadi komandan Kapal Penjelajah Tama dan Kapal tempur Hiei. Ia ditugaskan sebagai Kepala Staf Armada ke-2 IJN dengan pangkat Laksamana Muda pada 30 November1929. Pada Desember 1930 ia dipidahtugaskan ke Armada ke-1, selanjutnya menjabat sebagai Komandan Sekolah Kapal Selam. Pada Februari 1932, ia ditugaskan di Armada ke-3 IJN dan ikut ambil bagian dalam Insiden Shanghai Pertama tahun 1932.
Setelah kembali ke Jepang ia bertugas sebagai perwira seior di Staf Umum Angkatan Laut, ia menjabat sebagai Kepala ke-3 dan merangkap sebagaiKepala Departemen Pertama, dari November 1932 hingga Oktober1933. Pada Desember 1933, ia menjadi wakil Kepala Staf Umum Angkatan Laut dan mendapat kenaikan pangkat sebagai Laksamana Madya pada 15 November1934. Akhir 1930-an, ia menjabat sebagai Komandan distrik Angkatan Laut Kure, Panglima Armada ke-2 IJN Area Tiongkok dan Komandan Angkatan Laut Distrik Yokosuka.
18 Oktober1941, ia ditunjuk sebagai Menteri Angkatan Laut, selama masa jabatannya ini ia mengetahui dan menyetujui penyerangan terhadap pangkalan Amerika Serikat di Pearl Harbor. Ia juga berperan besar bersama Perdana Menteri Hideki Tojo dalam operasi militer antara Angkatan Darat dan Angkatan Laut selama Perang Pasifik.
Setelah beberapa kekalahan besar dalam pertempuran, Kaisar Hirohito kehilangan kepercayaan terhadap Kepala Staf Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Dengan demikian Tojo mampu memberhentikan Kepala Staf Umum Angkatan Darat Hajime Sugiyama dan Kepala Staf Umum Angkatan Laut Osami Nagano. Tojo berperan sebagai Kepala Staf Angkatan Darat sementara Shimada menjadi Kepala Staf Angkatan Laut pada 21 Februari1944, ia juga merangkap sebagai Menteri Angkatan Laut. Reorganisasi ini membuatnya menjadi panglima tertinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang.
Di dalam Staf Umum Angkatan Laut, ia banyak memiliki musuh yang menekan Kaisar Hirohito untuk memecatnya. Tak lama setelah jatuhnya Saipan. Tojo segera meminta pengunduran diri Shimada dan menggantinya dengan Menteri Angkatan Laut Mitsumasa Yonai pada 17 Juli dan sebagai Ketua Umum Staf Angkatan Laut pada tanggal 2 Agustus. Ia ditunjuk sebagai Dewan Perang Tertinggi dan pensiun pada 20 Januari1945.