Shark Bay juga menjadi tempat perlindungan bagi beberapa spesies terancam lainnya. Pada masa lalu, budidayamutiara merupakan industri utama di wilayah ini, tetapi kini digantikan oleh perikanan, termasuk penangkapan udang, lobster, whiting, dan snapper. Kawasan ini memiliki tiga ciri alam yang menonjol, yaitu padang lamun laut terbesar dan terkaya secara alami, koloni stromatolit kuno, serta populasi dugong besar yang memakan lamun laut. Selain itu, ekstraksigaram menjadi kegiatan ekonomi penting, sementara wilayah pesisir digunakan untuk penggembalaan. Teluk Shark Bay memiliki kedalaman rata-rata sembilan meter dan terbagi menjadi beberapa bagian oleh timbunan pasir, pulau, dan semenanjung. Kombinasi struktur ini dengan tingkat penguapan tinggi, yang khas pada iklim panas dan kering, menghasilkan kadar salinitas yang tinggi. Salinitas bervariasi di seluruh teluk, menciptakan tiga zona biotik dengan kehidupan laut yang berbeda, yaitu oseanik, metahalin, dan hipersalin. Di zona dengan salinitas tertinggi, kadar garam di Shark Bay hampir dua kali lipat air laut normal, dan beberapa pantai di kawasan ini sepenuhnya terdiri dari cangkang. Di wilayah dengan salinitas lebih rendah, kehidupan laut lebih melimpah karena kondisi air menyerupai perairan laut normal.[2][3]
↑"World Heritage". Shark Bay (dalam bahasa Australian English). Diakses tanggal 2025-11-18.
12Water, Carly Dodd October 7 2021 in Bodies of (2021-10-07). "Shark Bay, Australia". WorldAtlas (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-18. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)