Perkiraan jumlah penduduk desa ini tahun 2020 berjumlah 2.106 jiwa, di mana laki-laki sebanyak 1.021 jiwa dan perempuan sebanyak 1.085 jiwa. Desa ini terbagi menjadi 4 dusun dan 21 Rukun Tetangga (RT).[2] Penduduk asli Kalimantan Barat ialah suku Dayak dan Melayu demikian juga halnya di Kabupaten Sekadau secara umum dan kecamatan Belitang secara khusus, mayoritas penduduk merupakan suku Dayak Senganan (Muslim) dan juga Dayak Mualang. Ada juga suku pendatang lainnya seperti Jawa, dan sebagian kecil suku Bugis, Madura, Tionghoa, Batak, dan lainnya.[3]
Sementara itu di Sekadau, terdapat 15 sub suku Dayak, yaitu Benawas, Jawant, Kancing, Ketungau, Ketungau Banyur, Kerabat, Kerabat Ulu Sekado, Maam'p Mualang, Mentrab Kabut, Ntukan, Sawe, Seberuang, dan Taman.[4] Kemudian Dayak Senganan, yang merupakan suku Dayak yang beragama Islam, atau orang luar mengenalnya sebagai Melayu Sekadau.[3] Sementara itu, bahasa yang digunakan di kawasan ini selain bahasa Indonesia, penduduk lokal memakai bahasa Dayak.[4]
Komoditas unggulan Kabupaten Sekadau yaitu sektor perkebunan, pertanian dan jasa. Dalam sektor perkebunan, komoditas unggulannya yakni perkebunan kelapasawit, kakao, karet, kopi, kelapa, dan lada. Sementara itu untuk sektor pertanian, komoditas yang diunggulkan berupa tanaman jagung, ubi jalar, dan ubi kayu. Dan untuk sektor jasa, pariwisata yaitu wisata alam, yang menjadi unggulan di Sekadau.[3]