Seteru adalah film aksi remaja yang rilis pada 2017, ditulis oleh Bagus Bramanti dan disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan Alfian Wahyutama. Film ini merupakan strategi Direktorat Bela Negara, Ditjen. Potensi Pertahanan, Kementerian Pertahanan dalam menyebarluaskan rasa cinta tanah air dan semangat bela negara, khususnya kepada anak muda.[1]
Film ini berdurasi 1 jam 40 menit, dan pendistribusian di Indonesia akan ditangani oleh Dapur Film
Sinopsis
Bertahun-tahun tawuran antara SMA Kesatuan Bangsa dan SMA Budi Pekerti di Yogyakarta berlangsung hingga memakan korban dan mewariskan dendam antar angkatan. SMA Kesatuan Bangsa didominasi siswa keturunan kelas menengah ke atas, sementara SMA Budi Pekerti didominasi oleh siswa pribumi kelas menengah bawah.
Pimpinan kedua sekolah sepakat untuk menyerahkan pentolan tawuran dari masing-masing sekolah untuk dibina oleh Letnan Kolonel Rahmat (Mathias Muchus) sebagai Komandan Kodim yang menaungi kedua sekolah tersebut. Letkol Rahmat kemudian menugaskan pembinaan anak-anak tersebut kepada Letnan Satu Makbul (Alfie Alfandy), seorang perwira cemerlang yang dikenal keras kepada anak buah. Anak-anak itu, yang dipimpin Martin Tan (Bio One) dan Ridwan (Yusuf Mahardika) dimasukkan ke dalam pembinaan di Batalyon Inftantri 403 Wirasada Pratista di Yogyakarta.
Tempaan pembinaan meluluhkan perbedaan dan permusuhan di antara kedua kelompok itu, bahkan mereka bersatu menjadi kelompok olahraga futsal yang berprestasi. Tapi itu semua tidak mudah karena masih ada teman-teman mereka sendiri yang masih ingin memelihara dendam. Bahkan, ketika mereka bersiap meraih prestasi, teror dan dendam masih membayangi mereka. Dapatkah mereka mengatasi dendam dan perbedaan?
Pemeran
Yusuf Mahardika sebagai Ridwan Samri, pelajar keturunan Betawi yang tinggal hanya bersama bapaknya di Yogyakarta. Walaupun dia “jagoan” di sekolahnya, tapi ia harus tetap menjadi kuli panggul di pasar bersama bapaknya
Bio One sebagai Martin Tan, anak pengusaha keturunan Tionghoa yang menjadi pemimpin di sekolah internasional yang bergengsi. Martin mengambil langkah drastis untuk menyelesaikan dendam di antara kedua sekolah walau harus kehilangan kesempatan bermain di babak final kompetisi futsal se-Jawa Bali
Mathias Muchus sebagai Letnan Kolonel Rahmat, komandan yang tegas, bijaksana, namun masih menyimpan luka batin karena ada anak buah yang tewas di bawah komandonya
Alfie Alfandy sebagai Letnan Satu Makbul, prajurit TNI AD dengan catatan prestasi cemerlang, terutama di bidang intelijen dan pemberantasan terorisme. Dalam penugasan menangani anak-anak ini, ia tidak hanya mengajar dan melatih, tapi juga belajar dan berlatih, bahkan merenung tentang apa yang ia yakini selama ini
Rifqa Amalsyita sebagai Arini, adik dari Joko yang tewas dalam tawuran. Dendamnya kepada anak-anak SMA Kesatuan Bangsa membuat Ridwan bimbang antara mengejar prestasi atau menuruti rasa sayangnya kepada Arini
Film ini telah lulus sensor pada tanggal 27 Maret 2017 dengan nomor sensor 253/DCP/NAS/13/03.2022/2017 dan klasifikasi usia 13+.
Penayangan
Untuk memulai peredaran film, pada Minggu, 16 April 2017, dilaksanakan gala premiere di XXIPlaza Indonesia, Jakarta. Hadir dalam acara tersebut Menteri Pertahanan Jend. (Purn.) Ryamizard Ryacudu dan sejumlah pejabat serta staf Kementerian Pertahanan. Tampak hadir pula Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen. (Pol) Drs. Boy Rafli Anwar dan Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan beserta komisaris, direksi, dan manajemen Bank BJB. Menurut Hanung dalam Kompas.com, film Seteru akan ditayangkan di sekolah-sekolah setelah selesai masa pemutaran di bioskop.[4]