Serie A 1988–89 dimenangkan oleh klub Inter Milan yang berhasil meraih gelar juara dengan selisih poin yang cukup lebar (11 poin) atas runner-up Napoli.
Bersama dengan kemenangan AC Milan pada Piala Eropa musim sebelumnya berarti Italia dan kota AC Milan akan diwakili dua klub raksasa satu kota ini pada Piala Champions Eropa musim 1989–90.
Klub Torino, Pescara, Pisa, dan Como menjadi klub yang terdegradasi ke Serie B untuk musim kompetisi berikutnya
Pencetak gol terbanyak pada musim ini adalah pemain Inter Milan, Aldo Serena dengan total 22 gol. Musim ini juga menandai munculnya Marco van Basten dan Gianluca Vialli sebagai pemain muda berbakat besar.
Musim
Setelah dua puluh satu tahun dengan 16 tim, mulai edisi ini Serie A kembali ke format 18 tim yang kemudian dipertahankan hingga musim 2004-2005 saat jumlahnya ditambah menjadi 20.
Pada musim ini juga setiap tim diizinkan merekrut pemain asing ketiga. Sang juara bertahan, AC Milan memanfaatkan aturan ini sepenuhnya dengan menyatukan kembali trio bintang dari tim nasional Belanda yang baru saja menjuarai Piala Eropa. Mereka merekrut gelandang Frank Rijkaard dari Real Zaragoza untuk menemani Ruud Gullit dan van Basten.
Napoli juga melirik pemain dari Liga Spanyol dengan merekrut gelandang asal Brasil, Alemão, dari Atlético Madrid. Tim Partenopei yang sudah diperkuat Maradona itu juga melakukan perombakan besar-besaran yang berujung pada hengkangnya sejumlah pemain inti seperti Salvatore Bagni, Claudio Garella dan Bruno Giordano. Para pemain tersebut dijadikan kambing hitam atas akhir pahit musim sebelumnya, saat Napoli gagal meraih gelar juara liga untuk kedua kalinya secara berturut-turut setelah terpeleset di beberapa pekan terakhir kompetisi.
Setelah berpisah dengan Passarella yang kembali ke Argentina untuk bergabung dengan River Plate dan Enzo Scifo yang pindah ke klub Prancis, Bordeaux, Inter Milan merekrut dua pemain timnas Jerman, Lothar Matthäus dan Andreas Brehme, yang keduanya didatangkan dari Bayern Munich. Trio pemain asing mereka dilengkapi dengan kedatangan penyerang lubang Ramón Díaz dari Fiorentina. I Nerazzuri juga memperkuat skuatnya dengan talenta muda: gelandang menjanjikan Nicola Berti (yang dikenal memiliki naluri mencetak gol yang tajam) juga bergabung dari La Viola dan pemain sayap kanan Alessandro Bianchi didatangkan dari Cesena.
Juventus membuka lembaran baru: Dino Zoff mengambil alih kendali bersama asisten sekaligus sahabatnya, Gaetano Scirea yang telah pensiun sebagai pemain pada akhir musim sebelumnya. Mereka membentuk duet pelatih yang berhasil memikat hati para kritikus maupun penggemar. Setelah memulangkan Ian Rush yang tampil mengecewakan ke Liverpool, "Si Nyonya Tua" memilih pendekatan yang tidak mencolok dengan merombak lini serangnya melalui dua gelandang kreatif: Rui Barros asal Portugal dan salah satu talenta paling menjanjikan musim itu, Olekasandr Zavarov, pemain Uni Soviet pertama dalam sejarah liga Italia.