Serat Jaka Lodang adalah syair atau karangan dalam bahasa Jawa dari pujangga Rangga Warsita yang mengandung petuah akan adanya suatu zaman yang penuh dengan pancaroba.
Serat Jaka Lodang ini terdiri dari dua bagian: bagian pertama dalam bentuk gambuh dengan 3 bait/paragraf (masing-masing mengandung 5 baris) dan bagian kedua dalam bentuk sinom. ...
Pada bagian kedua yang juga terdiri dari 3 bait (masing-masing mengandung 9 baris), terdapat petuah sebagai berikut (beserta terjemahan bebas bahasa Indonesianya):
Sasedyane tanpa dadya
Suatu waktu seluruh kehendak tidak ada yang terwujud,
Sacipta-cipta tan polih
apa yang dicita-citakan akan berantakan,
Kang reraton-raton rantas
apa yang dirancang menjadi gagal,
Mrih luhur asor pinanggih
yang ingin menang malah kalah,
Bebendu gung nekani
karena datangnya hukuman yang berat dari Tuhan.
Kongas ing kanistanipun
Yang tampak hanyalah perbuatan-perbuatan tercela,
Wong agung nis gungira
orang besar akan kehilangan kebesarannya,
Sudireng wirang jrih lalis
lebih baik nama tercemar daripada bertanggung jawab (mati),
Ingkang cilik tan tolih ring cilikira
sedangkan yang kecil juga tidak mau tahu akan keterbatasannya.
Wong alim-alim pulasan
Banyak orang yang alim, tetapi hanyalah bersifat hiasan saja,
Njaba putih njero kuning
di luar tampak baik (putih) tetapi di dalamnya kuning,