Serangan Yalengga adalah serangan militer yang dilakukan oleh Kopassus terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Barat, dan juga berhasil menghentikan serangan OPM di Wamena. Serangan tersebut mengakibatkan tewasnya komandan OPM yang paling dicari, Yustinus Murib, dan penyitaan sebagian besar senjata dan dokumen OPM.[1]
Serangan
Pada tanggal 6 November 2003, pukul 5 pagi, pasukan Indonesia yang dipimpin oleh Kolonel Gustav Agus Irianto memblokade dan menyerang distrik Yalengga, Kabupaten Jayawijaya.[2][3] Pasukan Indonesia memaksa kompi-kompi OPM untuk mundur. Namun, pasukan Indonesia seharusnya dapat menekan serangan OPM ke Wamena.[4] Diperkirakan 50-60 personel Indonesia menyerbu markas OPM di Kiyage. Pasukan Indonesia membunuh pemimpin OPM Yustinus Murib dan menyita persenjataan OPM dan dokumen OPM tentang rencana penyerangan ke Wamena.[5]
Akibat
Setelah penggerebekan, jenazah Yustinus Murib dipenggal dan kepalanya dipajang sebagai piala.[6] Pemerintah Indonesia mengklaim penggerebekan tersebut merupakan pembalasan atas serangan OPM terhadap warga sipil di sekitar Wamena.[7][8] Setelah penggerebekan, pasukan OPM terus mundur.[9]