Sentimen anti-Hungaria (juga dikenal sebagai Hungarofobia,[1][2]Anti-Hungarianisme, Magyarofobia,[3] atau Antimagyarisme[4]) adalah rasa kebencian, prasangka, rasisme, atau xenofobia yang ditujukan kepada orang-orang Hungaria. Hal ini bisa melibatkan kebencian, ketidakpercayaan, intimidasi, ketakutan, dan permusuhan terhadap orang-orang Hungaria, beserta bahasa dan budayanya.
Sejarah
Selama era kerajaan Austria-Hungaria, penghuni istana di Wina mulai diliputi oleh Hungarofobia, meski para bangsawan dan pemilik tanah Hungaria juga menunjukkan gelagat Jermanofobia.[5] Pada abad ke-18, setelah berakhirnya Perang Kemerdekaan Rákóczi, banyak imigran datang ke bagian selatan Kerajaan Hungaria yang berpenduduk sedikit: misalnya, 800 pemukiman Jerman didirikan.[6] Pihak berwenang lebih memilih pemukim non-Hungaria, karena Habsburg menganggap orang Hungaria "secara politik tidak dapat diandalkan" sehingga tidak diizinkan untuk menetap di wilayah selatan sampai tahun 1740-an.[7] Pemindahan terorganisir itu direncanakan oleh pemerintah Habsburg. Kebijakan pemukiman merupakan contoh tindakan anti-Hungaria,[8][9] karena Habsburg takut akan pemberontakan oleh penganut Protestan berbahasa Hungaria.[10]
↑Boyer, John W. (2009). Culture and Political Crisis in Vienna: Christian Socialism in Power, 1897-1918. University of Chicago Press, 1995. hlm.116. ISBN9780226069609.