Senin Bersih atau yang juga disebut Senin Bersih Prapaskah, Senin Kudus, Senin Hijau, Senin Tahir, ataupun Senin Abu merupakan hari pertama dimulainya masa Puasa Agung pada gereja-gereja timur[1] dan hari ini merupakan salah satu bentuk perayaan yang berpindah-pindah. Hari ini jatuh tepat pada hari Senin tujuh pekan sebelum hari raya Paskah.[2]
Senin Bersih Puasa Agung Prapaskah
Oleh umat Kekristenan Timur, hari Senin Bersih ini dimaknai sebagai hari untuk meninggalkan segala perbuatan dosa dan menjauhi segala bentuk makanan yang dipantangkan dalam tradisi puasa gereja-gereja timur. Hari ini juga disebut sebagai Senin Abu, karena memiliki fungsi yang sama seperti hari Rabu Abu yang menjadi hari awal masa prapaskah (meskipun gereja-gereja timur tidak merayakan hari ini dengan menggunakan abu seperti yang dilakukan gereja-gereja barat).
Tanggal Senin Bersih
Untuk kalender liturgi gereja Ritus Timur, Senin permulaan Puasa Agung jatuh pada 48 hari sebelum Paskah.
1990: 26 Februari
1991: 18 Februari
1992: 9 Maret
1993: 1 Maret
1994: 14 Maret
1995: 6 Maret
1996: 26 Februari
1997: 10 Maret
1998: 2 Maret
1999: 22 Februari
2000: 13 Maret
2001: 26 Februari
2002: 18 Maret
2003: 10 Maret
2004: 23 Februari
2005: 14 Maret
2006: 6 Maret
2007: 19 Februari
2008: 10 Maret
2009: 2 Maret
2010: 15 Februari
2011: 7 Maret
2012: 27 Februari
2013: 18 Maret
2014: 3 Maret
2015: 23 Februari
2016: 14 Maret
2017: 27 Februari
2018: 19 Februari
2019: 11 Maret
2020: 2 Maret
2021: 15 Maret
2022: 7 Maret
2023: 27 Februari
2024: 18 Maret
2025: 3 Maret
2026: 23 Februari
2027: 15 Maret
2028: 28 Februari
2029: 19 Februari
2030: 11 Maret
2031: 24 Februari
2032: 15 Maret
2033: 7 Maret
2034: 27 Februari
Kegiatan Peribadatan
Secara liturgis, hari Senin Bersih dan masa Puasa Agung itu sendiri bermula pada saat pelaksanaan ibadah vesper pengampunan yang dilaksanakan di malam sebelumnya yakni hari Minggu malam Senin dan puncak dari ibadah ini adalah semua yang hadir dalam peribadatan saling bermaaf-maafan atas segala kesalahan, sehingga masa puasa agung nantinya dijalankan dengan keadaan sudah bersih atau suci dari pelbagai bentuk kesalahan serta terberkati dengan karya pengampunan dan rasa welas asih Kristus. Selain itu, satu pekan setelah hari Senin Bersih ini juga biasa disebut "Pekan Bersih" dan masyarakat lazimnya melakukan tradisi bersih-bersih rumah dan lingkungan serta melaksanakan Pengakuan dosa di gereja selama satu pekan ini.[3]
Tema hari Senin Bersih ini berasal dari pembacaan ayat Perjanjian Lama yang dibacakan pada ibadah Jam keenam, yakni Yesaya1:1-20 terutama pada ayat ke-16 hingga ayat ke-18 yang berbunyi:
Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! Marilah, baiklah kita beperkara! -- firman TUHAN -- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
Rujukan
↑Fr. Daniel Findinyan (7 March 2006). "Frequently-Asked Questions about Great Lent". Welcome to St. Nersess Armenian Seminary. St. Nersess Armenian Seminary. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-07-28. Diakses tanggal 26 February 2017.