Gagasan dibalik Semangat 46 ditubuhkan untuk pertama kalinya pada 1985 atau 1986 ketika Malaysia pada saat itu menghadapi resesi ekonomi. Pada 1987, faksi "Tim B" pimpinan Tengku Razaleigh Hamzah melawan Mahathir Mohamad dan faksi "Tim A" untuk mengambil kekuasaan di Organisasi Bangsa Melayu Bersatu (UMNO).[5] Mahathir memenangkan pemilihan internal partai dengan perbedaan 41 suara melawan Razaleigh di pemilihan kepemimpinan UMNO 1987 yang sangat kontroversial,[6] dan menendang seluruh anggota "Tim B" dari kabinetnya. Tim B kemudian berdalih bahwa mayoritas anggota delegasi partai tidak dipilih sebagaimana mestinya dan mengajukan gugatan untuk membatalkan hasil pemilihan. Ini menyebabkan UMNO menjadi partai terlarang secara teknis pada 1988. Mahathir kemudian menyusun UMNO kembali dengan hanya Tim A saja.[7]
Razaleigh dan faksinya kemudian membentuk partai sendiri.[5] Awalnya mereka ingin menamai partai tersebut sebagai UMNO 46 (menyinggung tahun pendirian UMNO, yakni pada 1946) sebagai bentuk upaya menghidupkan semangat nostalgia UMNO lama.[6] "UMNO 46" ditolak karena memiliki nama yang sama dengan UMNO pimpinan Mahathir, jadi Razaleigh memutuskan untuk menamai partai tersebut sebagai "Semangat 46". Pada 3 Juni 1989, Semangat 46 secara resmi didaftarkan di kolese elektoral Malaysia.[8] Munas partai kemudian dilakukan pada 12 Oktober 1989, diresmikan oleh Perdana Menteri Malaysia pertama, Tunku Abdul Rahman.[9] Mereka yang bergabung ke dalam Semangat 46 antara lain adalah Marina Yusoff, Rais Yatim, Suhaimi Kamaruddin, Ahmad Shabery Cheek, Othman Saat, Salleh Abas, Mohd Radzi Sheikh Ahmad, Tengku Azlan Sultan Abu Bakar dan Ibrahim Ali.
Walaupun dengan kedua koalisi itu, upaya tersebut berhasil buruk bagi S46 pada pemilu 1990. S46 hanya memenangkan 8 dari 180 kursi yang mereka rebutkan. Namun, koalisi mereka di Angkatan Perpaduan Ummah berhasil menyapu bersih seluruh 39 kursi Dewan Undangan Negeri Kelantan pada pemilihan daerah Kelantan, negeri asal Razaleigh, dimana PAS memenangkan 24 kursi dan S46 memenangkan 15.[11] Untuk pertama kali dalam sejarah UMNO, partai tersebut kalah telak di setiap kursi di tingkat daerah.[12]
Namun dalam beberapa tahun kemudian, dukungan terhadap S46 perlahan-lahan melemah; banyak anggota mereka memutuskan untuk kembali bergabung dengan UMNO, termasuk ketua pemuda mereka, Ibrahim Ali. Setelah Ibrahim Ali meninggalkan partai, posisi ketua pemuda digantikan oleh Zulkifli Othman yang sebelumnya merupakan ketua pemuda S46 di Johor. Anggota lain tetap mempertahankan keanggotaan mereka namun memutuskan untuk berhenti berpolitik. Pada Februari 1994, Semangat 46 memutuskan untuk menantang UMNO dalam isu komunal Melayu. Partai ini kemudian berganti nama menjadi Partai Melayu Semangat 46 dan melepaskan sikap multikulturalisme mereka.[7]
Pada pertengahan 1990an, hubungan mereka dengan DAP semakin memburuk dan pada akhirnya menyebabkan pembubaran Gagasan Rakyat menjelang pemilihan umum Malaysia 1995. Saat yang sama, hubungan mereka dengan PAS juga memburuk karena masalah pembagian kekuasaan di Kelantan, tetapi mereka memutuskan untuk melanjutkan koalisi Angkatan Perpaduan Ummah di pemilihan daerah Kelantan beserta pemilu 1995. Pada saat ini, kredibilitas partai menjadi terganggu karena hanya memenangkan sedikit saat pemilu federal dan kehilangan banyak elit penting.[13] Wakil Presiden partai Rais Yatim bahkan kehilangan kursinya pada pemilu 1995, walaupun Tengku Razaleigh Hamzah masih mempertahankan kursinya. Pada akhirnya, S46 hanya memenangkan 6 kursi saja dimana mayoritas dukungan mereka berasal dari Kelantan.[14]
Pembubaran
Saat Mei 1996, Semangat 46 sudah menjadi partai yang lemah secara keanggotaan dan juga wibawanya. Razaleigh pada akhirnya merasa aus karena mengelontorkan banyak biaya hanya untuk mempertahankan partai.[6] Pada 6 Oktober 1997, S46 menyelenggarakan sebuah musyawarah nasional dan hasil yang disepakati saat munas tersebut adalah pembubaran partai.[15] Razaleigh secara resmi mengumumkan kepada 200,000 anggota partai tersisa bahwa partai akan dibubarkan. Razaleigh bergabung kembali dengan UMNO beserta mayoritas anggota.[16] Beberapa diantara mereka ditolak masuk kembali ke UMNO dan memutuskan untuk pensiun atau bergabung dengan PAS.[17][18]
↑British Broadcasting Corporation Monitoring Service (1996). Summary of World Broadcasts. British Broadcasting Corporation. hlm."The vote was taken during an extra ordinary general meeting of the party in Kuala
Lumpur. Earlier in his speech, Semangat 46 president Tengku Razaleigh...".
Francis Kok-Wah Loh, Francis Loh Kok Wah, Boo Teik Khoo, Khoo Boo Teik (2002). Democracy in Malaysia: Discourses and Practices. Routledge. hlm.95. ISBN0-7007-1161-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)