Bukti arkeologis paling awal dari wine yang dihasilkan dari anggur telah ditemukan di berbagai situs seperti di Tiongkok (ca7000 SM), Georgia (ca6000 SM), Lebanon (ca5000 SM), Iran (ca5000 SM), Yunani (ca4500 SM), dan Sisilia (ca4000 SM). Bukti tertua yang masih ada tentang produksi wine berhasil ditemukan di Armenia (ca4100 SM).
Pembuatan wine dan dilanjutkan dengan konsumsi yang semakin meningkat, berkembang dari abad ke-15 dan seterusnya sebagai bagian dari ekspansi Eropa ke seluruh dunia. Meskipun sempat dilanda infestasi kutu phylloxera yang menghancurkan tahun 1887, dengan mengadaptasi ilmu pengetahuan dan teknologi modern, industri produksi dan konsumsi wine sekarang ini masih terus berlangsung di seluruh dunia.