Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (November 2024)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
Sejarah Karibia membahas sejarah perlawanan terhadap kolonialisme bangsa Eropa sejak abad ke-15. Pada 1942, Christopher Columbus mendarat di Kepulauan Karibia dan mengklaim wilayah tersebut menjadi bagian dari Spanyol. Tahun berikutnya, permukiman Spanyol pertama didirikan di wilayah Karibia. Pada pelayaran awal, Columbus bertemu dengan penduduk asli orang Lucayan yang kemudian dianggap sebagai orang India di Kepulauan Bahama.[1] Sejak saat itu, wilayah ini dikenal sebagai "Hindia".
Sebelum Kontak dengan Bangsa Eropa
Sebelum pendudukan bangsa Eropa, kepulauan Karibia dihuni oleh berbagai kelompok penduduk asli. Penelitian menemukan penduduk asli bermukim di Trinidad tahun 9000/8000 Sebelum Era Umum (BCE). Namun, peneliti berpendapat hal ini memungkinkan karena saat itu wilayah Trinidad masih terhubung dengan benua Amerika Selatan.[2] Berdasarkan temuan arkeologis, arkeolog membagi sejarah penduduk asli Karibia ke dalam tiga periode: zaman batu, zaman arkais, dan zaman keramik.[3] Selain Trinidad, bagian Kepulauan Karibia pertama kali dihuni oleh manusia pada masa Arkais (800-200 BCE).[4] Situs-situs arkeologi yang berasal dari periode ini ditemukan di Barbados, Kuba, Curaçao, dan St. Martin.[5]
Penjajahan Bangsa Eropa
Tidak lama setelah penjelajahan Columbus, kapal-kapal Portugis dan Spanyol datang ke Karibia dan mulai mengklaim teritori. Selain itu, pada beberapa tahun selanjutnya bangsa Eropa lainnya seperti Belanda, Inggris, dan Prancis juga tiba di Karibia. Selain penjajahan, periode ini juga ditandai dengan perbudakan bangsa Afrika yang dilakukan oleh bangsa Eropa. Dalam periode hampir 400 tahun sebelum perbudakan menjadi ilegal, tercatat setidaknya 3,7 juta manusia dikirim dari Afrika Barat melalui perdagangan budak Atlantik dan dipaksa bekerja di perkebunan-perkebunan kolonial Eropa di Karibia.[6]
↑Nägele, Kathrin; Posth, Cosimo; Iraeta Orbegozo, Miren; Chinique De Armas, Yadira; Hernández Godoy, Silvia Teresita; González Herrera, Ulises M.; Nieves-Colón, Maria A.; Sandoval-Velasco, Marcela; Mylopotamitaki, Dorothea (2020-07-24). "Genomic insights into the early peopling of the Caribbean". Science (dalam bahasa Inggris). 369 (6502): 456–460. doi:10.1126/science.aba8697. ISSN0036-8075. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-01-29. Diakses tanggal 2024-11-18.