Jika Anda ingin memeriksa artikel ini, Anda boleh menggunakan mesin penerjemah. Namun ingat, mohon tidak menyalin hasil terjemahan tersebut ke artikel, karena umumnya merupakan terjemahan berkualitas rendah.
Pada mulanya, Seberang Takir merupakan tanah buangan untuk para pelaku pada zaman kesultanan Terengganu yang sebelumnya. Nama "Seberang" diperoleh karena menyeberangi sungai jika berada di sebelah Shahbandar (Kuala Terengganu), sedangkan "Takir" ada karena tempat ini dipercaya untuk dijadikan tempat memotong (takir) apakah tangan maupun kaki sesuai kesalahan yang dilakukan. Sekarang kampung ini berkembang pesat dengan kemajuan yang menyeluruh.