Mbah Kusno hidup bersama enam cucu dari enam anaknya, yaitu Rini, Tuti, Nina, Rita, Palupi dan Sony. Rini dan Sony sengaja dikirim orangtuanya ke Mbah Kus, karena kenakalan mereka. Rini pacaran terus, sementara Sony hampir mencelakakan ayahnya, pemilik pembakaran kapur, saat bermain-main dengan dinamit. Kumpulan cucu dengan kakeknya ini yang menjadi titik tolak sejumlah kelucuan. Sony, umpamanya, memperdaya Koko, pacar Rini, dengan menggunakan pakaian dan rambut palsu milik Rini. Keributan yang terjadi membuat Koko diusir, apalagi setelah tahu ibunya adalah bekas pacar Mbah Kus. Lain kali ia memasang petasan di tempat Koko-Rini pacaran. Juga memasang perekam, hingga pembicaraan mereka jadi bahan rapat keluarga. Lalu ada juga rebutan pacar antara Tuty dan Nina. Akibatnya Tuti melarikan diri. Sony yang menemukan surat Tuti, lalu melarikan motor pamannya untuk mencari saudara sepupunya itu. Kejadian ini membuat Mbah Kus panik, karena Sony tidak punya SIM. Mbah Kus kena serangan jantung. Toh semuanya berakhir baik. Tuti pulang, sementara Koko yang diantar ibunya, bisa melunakan sikap keras Mbah Kus.[1]