Sawaru (LontaraBugis & Lontara Makassar: ᨔᨓᨑᨘ, transliterasi: Sawaru) adalah nama sebuah desa yang berada di wilayah KecamatanCamba, KabupatenMaros, ProvinsiSulawesi Selatan, Indonesia. Desa Sawaru berstatus sebagai desa definitif dan tergolong pula sebagai desa swasembada. Desa Sawaru memiliki luas wilayah 13,13 km² dan jumlah penduduk sebanyak 2.239 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebanyak 170,53 jiwa/km² pada tahun 2017. Pusat pemerintahan desa ini berada di Dusun Sawaru. Jarak desa ini dari Cempaniga yang merupakan ibu kota Kecamatan Camba adalah sekitar 4 km. Desa ini merupakan tanah kelahiran dari Baddare Situru, seorang pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan RI periode 1945–1950 pada pertempuran melawan NICA Belanda.
Sejarah
Desa Sawaru dulu merupakan tempat bersejarah atau salah satu tempat untuk berjuang. Terdapat beberapa tokoh masyarakat yang melakukan perjuangan untuk membela tanah Sawaru dari penjajah. Salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam masyarakat karena kemuliaan hati dan pemerintahan yang baik adalah Arung Sawaru, sehingga terbentuklah nama Desa Sawaru dan pada tahun 1950 pertama kali dibangun sekolah rakyat Sawaru. Tahun 1960 dibangun sarana ibadah (masjid), setelah membangun masjid dilanjutkan perintisan jalan poros Sawaru ke Desa Benteng pada tahun 1985. Tahun 1987 terjadi pemindahan pusat pemukiman warga dari Dusun Pising ke pemukiman Dusun Sawaru hingga sekarang.
Kondisi geografis
Topografi
Desa Sawaru terletak pada wilayah dataran tinggi dengan ketinggian 320-420 meter di atas permukaan laut. Secara rinci, desa ini memiliki kontur berupa dataran di sebelah utara dan barat, dan pegunungan di sebelah timur dan selatan.
Orbitrasi
Beberapa lokasi pada jarak orbitrasi atau pusat pemerintahan dari Desa Sawaru adalah sebagai berikut:
Jarak dari pusat pemerintahan kecamatan (Cempaniga): 4Â km
Jarak dari pusat pemerintahan kabupaten (Turikale): 51Â km
Jarak dari pusat pemerintahan provinsi (Makassar): 81Â km
Batas wilayah
Desa Sawaru memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:
Masyarakat Desa Sawaru adalah mayoritas suku Bugis dengan penutur bahasa Bugis dalam kegiatan mereka sehari-hari.
Kondisi sosial
Keadaan sosial yang berada di Desa Sawaru terjalin sangat baik, mayoritas yang tinggal di desa ini adalah masyarakat suku Bugis, yang merupakan masyarakat asli desa ini, kerukunan dan keharmonisan dalam lingkungan bermasyarakat tecermin dengan minimnya konflik yang terjadi serta masih terpeliharanya rasa persatuan kekeluargaan, persaudaraan, dan kebersamaan.[2]
Pada bidang pertanian, terjadi interaksi sosial dengan tipologi solidaritas sosial petani penggarap dengan petani besar. Bentuk solidaritas sosial yang dibangun petani besar dengan petani penggarap, yaitu menjaga komunikasi dan silaturahmi, saling percaya dan menasihati, dan berbagi pengalaman dengan begitu rasa solidaritas sosial akan terbentuk. Terdapat pembagian kerja pada petani penggarap, yaitu dibagi dalam beberapa lahan dan dikerjkan oleh beberapa petani penggarap, dan juga didasarkan pada kesepakatan yang dibuat setiap bulannya mereka juga saling membantu setiap musim panen karena sawah cukup luas jadi mereka membutuhkan petani yang lain untuk membantu agar pekerjaan cepat selesai. Sistem upah yang diterapkan pada petani penggarap, terlihat bahwa sistem upahnya tergantung kesepakatan antara petani besar dan petani penggarap dan upahnya diterima setelah musim panen dilaksanakan dan pembagian upahnya dibagi merata kepada seluruh petani penggarap yang bekerja pada sawah tersebut.[2]
Jumlah penduduk
Desa Sawaru memiliki luas 13,13 km² dan penduduk berjumlah 2.368 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 180,35 jiwa/km² pada tahun 2021. Adapun rasio jenis kelamin penduduk Desa Sawaru pada tahun tersebut adalah 97,33. Artinya, tiap 100 penduduk perempuan ada sebanyak 97 penduduk laki-laki. Berikut ini adalah data jumlah penduduk Desa Sawaru dari tahun ke tahun:
Desa Sawaru merupakan kawasan pedesaan yang bersifat agraris, dengan mata pencaharian dari sebagian besar penduduknya adalah bercocok tanam terutama sektor pertanian dan perkebunan. Sedangkan pencaharian lainnya adalah sektor industri kecil yang bergerak di bidang perdagangan dan pemanfaatan hasil olahan pertanian dan perkebunan.[2]
Secara umum kondisi perekonomian Desa Sawaru ditopang oleh beberapa mata pencaharian masyarakat desa, yang dapat teridentifikasi ke dalam beberapa bidang mata pencaharian, seperti petani, PNS/TNI/Polri, wiraswasta, guru honorer, karyawan swasta, pedagang, wirausaha, pensiunan, tukang kayu, dan lain-lain.[2]
Pemerintahan
Pembagian wilayah administrasi
Dusun
Desa Sawaru memiliki lima wilayah pembagian administrasi daerah tingkat V (lima) berupa dusun sebagai berikut:
Dusun Campulili
Dusun Padang Lohe
Dusun Pising
Kampung Lompi-Lompi
Dusun Sawaru
Dusun Tajo
Rukun warga
Desa Sawaru memiliki 5 wilayah pembagian administrasi berupa rukun warga (RW) sebagai berikut:
RW Dusun Campulili
RW Dusun Padang Lohe
RW Dusun Pising
RW Dusun Sawaru
RW Dusun Tajo
Rukun tetangga
Desa Sawaru memiliki 15 wilayah pembagian administrasi berupa rukun tetangga (RT) sebagai berikut:
RT 01/RW Dusun Campulili
RT 02/RW Dusun Campulili
RT 03/RW Dusun Campulili
RT 01/RW Dusun Padang Lohe
RT 02/RW Dusun Padang Lohe
RT 03/RW Dusun Padang Lohe
RT 04/RW Dusun Padang Lohe
RT 01/RW Dusun Pising
RT 02/RW Dusun Pising
RT 03/RW Dusun Pising
RT 01/RW Dusun Sawaru
RT 02/RW Dusun Sawaru
RT 03/RW Dusun Sawaru
RT 01/RW Dusun Tajo
RT 02/RW Dusun Tajo
Daftar kepala kepala desa
Berikut ini adalah daftar kepala desa di Desa Sawaru dari masa ke masa:
kepala kampung (setingkat kepala desa), Distrik Camba, Onderafdeling Maros, Afdeling Makassar
2.
-
-
-
-
-
3.
-
-
-
-
-
4.
-
-
-
-
-
5.
-
Andi Aking Baddare Situru
-
-
-
6.
-
-
-
-
-
7.
-
-
-
-
-
8.
-
-
-
-
-
9.
-
Abdul Rahman
-
-
-
10.
Abdul Haris, S.Sos.
7 Februari 2019
sedang menjabat
kepala desa definitif; pemenang Pilkades Sawaru 2018
Daftar sekretaris desa
Berikut ini adalah daftar sekretaris desa di Desa Sawaru dari masa ke masa
Sofyan
Awal Tawakkal, S.Pd.
Indeks desa membangun
Data informasi mengenai Indeks Desa Membangun (IDM) berperan membantu upaya pemerintah dalam memahami kondisi desa. Data yang diekspos sangat penting dalam perencanaan agar setiap tahun ada peningkatan status desa. Setiap tahun status desa diperbarui sesuai dengan capaian yang ada dalam indeks desa membangun. Tim ahli IDM yang menilai terdiri dari tenaga ahli bidang infrastruktur, pengembangan masyarakat desa, perencanaan partisipatif, dan pelayanan sosial dasar. IDM ini mengukur aspek indeks pembangunan desa, yakni ketahanan sosial, ketahanan lingkungan, dan ketahanan ekonomi. Indeks Desa Membangun meliputi kategori sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri. Kategori desa mandiri adalah kategori ideal yang ingin dicapai.
Pada tahun 2021, prestasi Indeks Desa Membangun (IDM) dari Desa Sawaru mendapatkan raihan nilai 0,7832 dan diklasifikasikan dengan status desa maju di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros.
Pekuburan Purbakala Cinnope, dikebumikan Lapaduppa Arung Macege (Hadat Tujuh Bone)
Pendidikan
Desa Sawaru khususnya dalam tingkat pendidikan mengalami peningkatan yang signifikan di setiap tahunnya, masyarakat mulai sadar dengan pentingnya menuntut ilmu dan ini seiring pula dengan peningkatan sarana dan prasarana penunjang pendidikan.
Daftar sekolah
Pondok Pesantren Yahbon Tollu, Kampung Tollu Dusun Sawaru
Keadaan budaya di Desa Sawaru masih sangat kental dengan melakukan beberapa ritual-ritual kebudayaan yang sudah diwariskan oleh nenek moyang dan dilanjutkan oleh generasi selanjutnya sampai sekarang ini. Keadaan kebudayaan tersendiri terbilang masih digunakan di masyarakat setempat, dalam hal ini masyarakat yang ada di lingkungan Desa Sawaru juga memiliki jiwa budaya dan mempunyai sifat gotong royong di lingkungan sekitar masyarakat. Kegiatan adat dan budaya juga sering di lakukan di Desa Sawaru, yaitu acara sunatan, syukuran, dan pernikahan, yang dirangkaikan beberapa budaya yang masih digunakan masyarakat, seperti baca-baca.[2]
12345Mulyasari (2021). Tipologi Solidaritas Sosial Petani Penggarap Dengan Petani Besar Di Kabupaten Maros (Tinjauan Teori Pertukaran Sosial). Skripsi: Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Pendidikan dan Keguruan, Unismuh Makassar. Makassar: Lembaga Perpustakaan dan Penerbitan Unismuh Makassar.
↑Kantor Sensus & Statistik Propinsi Sulawesi Selatan (1981). Penduduk Sulawesi Selatan, hasil registrasi penduduk 1981. Kantor Sensus dan Statistik Sulawesi Selatan.Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
↑BPS Kabupaten Maros (2011-01-03). Kecamatan Camba Dalam Angka 2011. BPS Kabupaten Maros. Diakses tanggal 2022-04-04.; Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
↑BPS Kabupaten Maros (2013-09-26). Kecamatan Camba Dalam Angka 2013. BPS Kabupaten Maros. Diakses tanggal 2022-04-04.; Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
↑BPS Kabupaten Maros (2014-09-26). Kecamatan Camba Dalam Angka 2014. BPS Kabupaten Maros. Diakses tanggal 2022-04-04.; Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
↑BPS Kabupaten Maros (2015-10-31). Kecamatan Camba Dalam Angka 2015. BPS Kabupaten Maros. Diakses tanggal 2022-04-05.; Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
↑BPS Kabupaten Maros (2016-07-29). Kecamatan Camba Dalam Angka 2016. BPS Kabupaten Maros. Diakses tanggal 2022-04-05.; Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
↑BPS Kabupaten Maros (2017-09-26). Kecamatan Camba Dalam Angka 2017. BPS Kabupaten Maros. Diakses tanggal 2022-04-05.; Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
↑BPS Kabupaten Maros (2018-09-26). Kecamatan Camba Dalam Angka 2018. BPS Kabupaten Maros. Diakses tanggal 2022-04-05.; Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
↑BPS Kabupaten Maros (2019-09-26). Kecamatan Camba Dalam Angka 2019. BPS Kabupaten Maros. Diakses tanggal 2022-04-05.; Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
↑BPS Kabupaten Maros (2020-09-28). Kecamatan Camba Dalam Angka 2020. BPS Kabupaten Maros. Diakses tanggal 2022-04-04.; Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
↑BPS Kabupaten Maros (2021-09-24). Kecamatan Camba Dalam Angka 2021. BPS Kabupaten Maros. Diakses tanggal 2022-04-04.; Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
↑Biro Pusat Statistik (1996). Daftar nama desa tertinggal dan tidak tertinggal menurut propinsi dan kabupaten/kotamadya di pulau [nama pulau]. Biro Pusat Statistik. ISBN 9789795982777.Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
Nama yang dimiringkan berarti merupakan desa wisata peringkat nasional di Indonesia berdasarkan Anugerah Desa Wisata Indonesia pada edisi 2021, 2022, dan 2023.