Artikel ini diusulkan untuk dihapus berdasarkan kebijakan. Silakan bagi pemikiran Anda berkaitan dengan masalah ini di halaman diskusi penghapusan.
Anda boleh memperbaiki artikel ini, tetapi tidak boleh menghapus peringatan ini sampai diskusi selesai atau menghilangkan isinya. Untuk informasi lebih lanjut harap membaca panduan penghapusan. Cari sumber:"Mohammad Sanusi Latief"–berita·surat kabar·buku·cendekiawan·JSTOR%5B%5BWikipedia%3AUsulan+penghapusan%2FSaya+mengusulkan+halaman+ini+untuk+dihapus.+Isinya+hanya+tentang+menjabat+sebagai+pengajar+atau+rektor.%5D%5DAFD
Mohammad Sanusi Latief gelar Datuak Bandaro Hitam (8 Agustus 1928–3 Maret 1994)[1] adalah seorang akademisi Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Rektor IAIN Imam Bonjol, Padang periode 1976–1982. Sebelumnya, ia bertugas sebagai tenaga edukatif di IAIN Sunan Kalijaga sampai tahun 1975.[2] Ia meraih gelar Doktor dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada akhir 1980-an dengan disertasi berjudul Gerakan Kaum Tua di Minangkabau dan dipromotori oleh Deliar Noer dan co-promotor Zakiah Darajat.[3]
Mohammad Sanusi Latief adalah lahir sebagai anak pertama dari enam bersaudara, pasangan Abdul Latief Datuk Rajo Lelo dan Lamsiah. Orang tuanya berasal dari Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung.[2]
12Amar, Raichul (2016). IAIN Imam Bonjol 1966–2016: Tonggak Bersejarah Kebangkitan Perguruan Tinggi Islam di Sumatera Barat. Padang: Imam Bonjol Press. hlm.128. ISBN978-979-1389-95-2.