Santa Priska adalah seorang wanita Romawi muda yang diduga disiksa dan dieksekusi karena keimanan Kristennya. Tanggal kelahiran dan kematiannya tidak diketahui. Ia dimuliakan sebagai santa Gereja Barat pra-skisma dan martir oleh Gereja Ortodoks serta sebagai santa dan martir oleh Gereja Katolik Roma dan Persekutuan Anglikan. Meskipun beberapa legenda menyatakan hal lainnya, para cendekiawan tak percaya bahwa ia adalah Priskilla (Priska) dari pasangan Perjanjian Baru, Akwila dan Priskila, yang merupakan teman Paulus.[1]
Legenda
Santa Priska diceritakan berasal dari keluarga bangsawan. Iya diyakini dibaptis pada usia 13 tahun dari Santo Petrus. Keimanannya pun dipertaruhkan kala Kaisar Klaudius memerintahkan dirinya untuk mempersembahkan kurban kepada Dewa Apollo. Tegas, Santa Priska menolak dan memilih mempertahankan iman Kristen-nya. Penolakan tersebut membawa Priska kepada hukuman di dunia. Ia dipukul hingga dihukum penjara.[2]
Hukuman yang diterima tidak berhenti di sana, melainkan ditambah dengan hukuman berupa dihadapkan pada seorang singa di amfiteater. Menariknya, singa tersebut justru berubah menjadi jinak dan berbaring di dekat kaki Priska. Peristiwa ini digambarkan melalui dua puisi dalam Musa Posthuma karya penyair perempuan Italia, Martha Marchina (1600-1646).[2]
Meski begitu, Priska masih disika di penjara, dibiarkan kelaparan, dan dilemparkan ke dalam kobaran api. Ia sempat selamat namun berakhir dihukum mati dengan dipenggal di mil kesepuluh Via Ostiensis, jalan yang menghubungkan Roma dan Ostia. [3]
Referensi
↑Kirsch, Johann Peter. "St. Prisca." The Catholic Encyclopedia. Vol. 12. New York: Robert Appleton Company, 1911. 13 Jun. 2009 .
12Marchina, Martha (1662). Musa Posthuma. hlm.71. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)