dahulunya merupakan 2 wilayah yang berada dipinggiran sungai Mahakam , setelah Indonesia merdeka sambutan dalam dan luar digabungkan menjadi desa sambutan, lalu pada sekitaran tahun 1950an diadakan suatu program transmigrasi penduduk Jawa ke pulau Kalimantan yang masih hutan belantara, terutama desa sambutan yang dijadikan tempat transmigrasi,lalu pada tahun 1970an terjadi pemekaran desa,desa itu adalah desa Makroman atau yang sekarang kita kenal adalah Kelurahan Makroman,lalu terjadi pemisahan desa yang ingin berdiri sendiri desa itu bernama Sendangsari Atau yang sekarang kita kenal adalah Kelurahan Sindangsari.
Ketiga desa tersebut masuk di kecamatan Anggana Daerah Tingkat II Kutai pada tahun 1970 hingga sampai pada tahun 1990an ketiga desa tersebut bergabung ke Kotamadya Samarinda,lalu pada tahun 2001 nama desa berubah menjadi kelurahan selain itu ketiga kelurahan tersebut masuk di kecamatan Samarinda Ilir dan pada tahun 2010 kelurahan sambutan,Makroman dan Sindangsari masuk diKecamatan Sambutan
Samboetan Dalam Dan Loear juga memiliki anak sungai dari Sungai Mahakam yaitu Sungai atas
Sungai
samboetan dalam dan loear memiliki sebuah anak sungai dari sungai Mahakam sungai itu adalah sungai atas,jika dilihat sekarang,keberadaan sungai ini berada dijembatan dam perbatasan Samarinda-anggana.
Selain itu,sambutan dalam dan loear juga memiliki sebuah sungai besar disebelah Utara,yang dimana berada disekitaran jalan Makroman-Sidomulyo
Beberapa aliran sungai tersebut ada yang mati,dan telah berubah menjadi sebuah tanah yang ditumbuhi oleh rerumputan