Samarium(III) nitrat adalah senyawa kimia berwarna putih dan tidak berbau dengan rumus Sm(NO3)3. Senyawa ini membentuk bentuk heksahidrat, yang terurai pada suhu 50°C menjadi bentuk anhidrat. Ketika dipanaskan lebih lanjut hingga 420°C, senyawa ini diubah menjadi oksinitrat, dan pada suhu 680°C terurai membentuk samarium(III) oksida.[2]
Samarium(III) nitrat juga digunakan untuk pembuatan serium(IV) oksida yang didoping samarium, yang dapat digunakan dalam pembuatan elektrolit untuk sel bahan bakar. Serium yang didoping samarium diproduksi dengan mencampur serium(III) nitrat dan samarium(III) nitrat bersama-sama menggunakan trietilena glikol sebagai pelarut selama 5 jam pada suhu 200°C. Kemudian dikeringkan selama 4 jam pada suhu 110°C yang menghasilkan padatan berwarna coklat. Kemudian dipanaskan hingga 500°C selama dua jam yang menghasilkan serium oksida yang didoping samarium.[4]
Referensi
12"Samarium Nitrate". ESPI Metals (dalam bahasa English). Diakses tanggal 9 August 2021. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
12Roy L. Wilfong; Louis P. Domingues; LeRoy R. Furlong (1962). Thermal Decomposition of Five Salts of Praseodymium, Neodymium, and Samarium (dalam bahasa English). U.S. Department of the Interior, Bureau of Mines. hlm. 13. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑K. J. Yoon; J. Hong; H. Kim; J. -W. Son; J. -H. Lee; B. –K. Kim. "M. Faruk O¨ ksu¨zo¨mer" (dalam bahasa English). High Temperature Energy Materials Research Center Korea Institute of Science and Technology, Seoul 136-791, South Korea: 2. doi:10.1149/06801.3261ecst.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑Tuba Karaca; Tuba Gu¨rkaynak Altınc¸ekic; M. Faruk O¨ ksu¨zo¨mer (2010). "Synthesis of Nanocrystalline Samarium-Doped CeO2 (SDC) Powders As a Solid Electrolyte By Using a Simple Solvothermal Route" (dalam bahasa English). Istanbul University, Faculty of Engineering, Department of Chemical Engineering: 2. doi:10.1149/06801.3261ecst.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)