Samarium asetilasetonat adalah senyawa koordinasi dengan rumus kimia Sm(C5H7O2)3. Kompleks asetilasetonat anhidrat ini banyak dibahas tetapi kemungkinan besar tidak ada secara langsung. Dihidrat Sm(C5H7O2)3(H2O)2 yang terkoordinasi 8 merupakan rumus yang lebih masuk akal berdasarkan perilaku asetilasetonat lantanida lainnya. Dihidrat tersebut telah dikarakterisasi dengan kristalografi sinar-X.[1][2] Setelah dilakukan dehidrasi dengan pemanasan di bawah vakum, kompleks tris(asetilasetonat) lantanida terhidrasi lainnya terurai menghasilkan okso-cluster.[3]
Sesuai dengan stabilitas turunan 8-koordinat adalah Sm(C5H7O2)3(1,10-Fenantrolina).[4] Selanjutnya, rekristalisasi dihidrat dari DMSO menghasilkan Sm(acac)3·2DMSO·H2O.[5]
Samarium(III) asetilasetonat bereaksi dengan N-Bromosuksinimida menghasilkan turunan yang mengalami brominasi cincin.[6] Ia bereaksi dengan dikobalt oktakarbonil dan dapat digunakan untuk menyiapkan SmCo5.[7]
↑Cambridge Crystallographic Data Center, number CCDC 1121251.
↑Tamang, Sem Raj; Singh, Arpita; Bedi, Deepika; Bazkiaei, Adineh Rezaei; Warner, Audrey A.; Glogau, Keeley; McDonald, Corey; Unruh, Daniel K.; Findlater, Michael (2020). "Polynuclear Lanthanide–Diketonato Clusters for the Catalytic Hydroboration of Carboxamides and Esters". Nat. Catal. 3 (2): 154–162. doi:10.1038/s41929-019-0405-5. S2CID 209897045.
↑Urs, Usha K.; Shalini, K.; Cameron, T. S.; Shivashankar, S. A.; Guru Row, T. N. (2001). "Low-temperature structure of a twinned crystal of tris(2,4-pentanedionato)(1,10-phenanthroline)samarium(III)". Acta Crystallographica Section E. 57 (10): m457 –m458. Bibcode:2001AcCrE..57M.457U. doi:10.1107/S1600536801014398. S2CID 96226655.
↑Dzyubenko, N. G.; Kalenichenko, Yu. V.; Martynenko, L. I. Rare Earth tris(acetylacetonate) Adducts with DMSO(dalam bahasa Rusia). Zhurnal Neorganicheskoi Khimii, 1988. 33 (1): 52-58.
↑Shankar, Gopalan; Ramalingam, Suthamalli K. (1984). "Phenylisocyanation and bromination studies on lanthanide β-diketonates". Transition Metal Chemistry (dalam bahasa Inggris). 9 (12): 449–453. doi:10.1007/BF00620675. ISSN 0340-4285. S2CID 93106389.