Smith menarik luas perhatian media di kedua negara dan dijuluki sebagai "Duta Kebaikan". Ia juga menjadi "Duta Amerika Termuda" yang berpartisipasi dalam kegiatan perdamaian di Jepang.[2] Smith kemudian menulis sebuah buku yang mengisahkan tentang pengalamannya saat berkunjung ke Soviet dan membintangi sebuah serial televisi berjudul Lime Street sebelum kematiannya pada usia 13 tahun dalam kecelakaan pesawat
Bar Harbor Airlines Penerbangan 1808.
Latar belakang sejarah
Ketika Yuri Andropov menggantikan Leonid Brezhnev sebagai pemimpin Uni Soviet pada November 1982, media arus utama Barat beramai-ramai memberitakan Andropov di halaman depan. Sebagian besar memberitakannya secara negatif dan memberikan persepsi adanya ancaman baru terhadap stabilitas Dunia Barat. Andropov sempat menjadi Duta Besar Uni Soviet untuk Hungaria selama Revolusi Hungaria 1956 dan menjabat sebagai Kepala KGB dari 1967 hingga 1982. Selama Andropov menjabat sebagai kepala KGB, ia dikenal karena menumpas gerakan Musim Semi Praha dan memberangus para pembelot, seperti Andrei Sakharov dan Aleksandr Solzhenitsyn. Ia memulai jabatannya sebagai pemimpin Soviet dengan menguatkan kewenangan KGB, dan dengan menghentikan pembelot untuk bertindak di Uni Soviet.[3] Andropov menyatakan, "perjuangan untuk hak asasi manusia adalah bagian dari rencana kaum imperialis untuk meruntuhkan dasar negara Soviet."[4] Situasi dunia semakin tegang karena usaha Soviet dan Amerika untuk mengembangkan senjata yang dapat diluncurkan dari satelit di orbit. Baik Amerika maupun Soviet telah memiliki program penelitian dan pengembangan yang menyeluruh untuk mengembangkan teknologi tersebut. Namun, kedua belah pihak berada dalam tekanan untuk menghentikan proyek tersebut. Di Amerika, PresidenRonald Reagan ditekan oleh para peneliti dan ahli senjata yang melakukan lobi-lobi politik, sementara pemerintah Uni Soviet telah mengeluarkan pernyataan yang berbunyi, "Untuk mencegah militerisasi luar angkasa adalah salah satu tugas paling penting yang harus dihadapi umat manusia".[5]
Pada titik ini, dua negara adikuasa telah berhenti menjalankan strategi détente. Sebagai respons dari Soviet yang mengerahkan rudal SS-20 untuk mengancam NATO, Reagan memerintahkan untuk menempatkan rudal jelajah dan rudal Pershing II di Eropa. Keterlibatan Uni Soviet dalam perang di Afganistan yang sudah memasuki tahun ketiga juga menjadi faktor yang menambah ketegangan di dunia. Dalam suasana seperti ini, pada 22 November 1982, majalah Time menerbitkan edisi dengan foto Andropov disampulnya. Ketika Smith membaca majalah tersebut, dia menanyakan pada ibunya: "Jika orang-orang begitu takut pada dia, mengapa tidak ada seseorang yang menulis surat menanyakan apakah dia menginginkan perang atau tidak?" Ibunya menjawab, "Mengapa tidak kamu saja?"[7]