Sam Harris, Ph.D (lahir 1967) adalah seorang penulis non-fiksi, filsuf, neurosaintis, dan pembawa acara siniarAmerika Serikat. Bidangnya Ia adalah penulis buku The End of Faith (2004), yang memenangkan Penghargaan PEN/Martha Albrand,[1] dan Letter to a Christian Nation (2006). Ia juga menulis The Moral Landscape dan diterbitkan pada tahun 2010, esai yang berjudul Lying pada tahun 2011, dan buku singkat berjudul Free Will pada tahun 2012.
Ia adalah kritikus agama terkemuka dan dianggap sebagai bagian dari pergerakan Ateisme Baru.[2]
Sejak September 2013, Harris telah menjadi pembawa acara podcast berjudul Making Sense. Pada September 2018 Harris meluncurkan aplikasi meditasi bernama Waking Up With Sam Harris.[1]
Kehidupan awal dan pendidikan
Pandangan politik
Sam Harris mengakui dirinya sebagai seorang liberal tulen. Dia terdaftar sebagai kader Partai Demokrat.[3]
Hak kepemilikan senjata
Harris merupakan pihak yang pro terhadap ide kepemilikan senjata api. Pada tahun 2013, ia menulis bahwa dirinya memahami buruknya sentimen publik ke budaya senjata api di Amerika Serikat, beserta pengaruh politik dari National Rifle Association of America (NRA). Meskipun demikian, ia berargumen bahwa terdapat dasar yang rasional bagi kepemilikan senjata api perorangan, mengingat pihak kepolisian mungkin tidak dapat tiba tepat waktu pada saat kondisi darurat.
Harris tidak menyetujui kebijakan pelarangan senapan serbu, yang baginya bersifat simbolis semata. Ia menyampaikan bahwa hanya 3% dari total kasus pembunuhan di AS yang melibatkan senapan laras panjang jenis apa pun, berbanding jauh dengan angka 47% pada kasus yang melibatkan senapan genggam atau pistol (senjata api tangan).[4] Harris juga menyatakan bahwa pandangan "media liberal" kerap keliru mengenai senjata api. Walaupun begitu, ia tetap mendukung diterapkannya regulasi tertentu terkait hak kepemilikan senjata api, seperti kewajiban mengikuti pelatihan, keharusan memiliki lisensi, serta pemeriksaan rekam jejak sebelum sebuah senjata api dapat dibeli secara sah.[5]