Perangkat lunak sebagai layanan atau layan perangkat lunak (bahasa Inggris:software as a service, SaaScode: en is deprecated ) adalah suatu model penyampaian aplikasi perangkat lunak oleh suatu vendor perangkat lunak yang mengembangkan aplikasi web yang diinangi dan dioperasikan (baik secara mandiri maupun melalui pihak ketiga) untuk digunakan oleh pelanggannya melalui Internet.
Pelanggan tidak mengeluarkan uang untuk memiliki perangkat lunak tersebut melainkan hanya untuk menggunakan. Pelanggan menggunakan perangkat lunak tersebut melalui antarmuka pemrograman aplikasi yang dapat diakses melalui web dan sering kali ditulis menggunakan layanan web atau REST.
Istilah ini belakangan mulai lebih dipilih kalangan industri terkait sebagai pengganti istilah penyedia layanan aplikasi dan on-demand (sesuai permintaan).
Definisi NIST
National Institute of Standards and Technology (NIST) mendefinisikan SaaS sebagai kemampuan yang diberikan kepada konsumen untuk menggunakan aplikasi penyedia yang berjalan di infrastruktur cloud. Aplikasi dapat diakses dari berbagai perangkat klien melalui antarmuka tipis seperti browser web. Konsumen tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur cloud yang mendasarinya — termasuk jaringan, server, sistem operasi, penyimpanan, atau bahkan kemampuan aplikasi individual — kecuali pengaturan konfigurasi aplikasi tertentu yang terbatas kepada pengguna.[1]
Karakteristik SaaS
Akses Multi-Perangkat
Pengguna dapat mengakses aplikasi SaaS dari komputer, laptop, tablet, atau smartphone melalui browser web. Tidak diperlukan instalasi perangkat lunak di sisi klien.
Model Berlangganan
SaaS umumnya menggunakan model pembayaran berbasis langganan: bulanan atau tahunan per pengguna, per fitur, atau per volume penggunaan. Model ini mengubah pengeluaran TI dari belanja modal (CapEx) menjadi belanja operasional (OpEx).
Pembaruan Otomatis
Penyedia SaaS bertanggung jawab atas semua pembaruan, penambal keamanan, dan pemeliharaan infrastruktur. Pengguna selalu menggunakan versi terbaru tanpa proses instalasi manual.
Multitenancy
Satu instansi perangkat lunak digunakan oleh banyak pelanggan (tenant) sekaligus, dengan data masing-masing pelanggan terisolasi secara logis. Arsitektur ini memungkinkan penyedia SaaS mengoperasikan layanan secara efisien dengan biaya per pelanggan yang rendah.
Skalabilitas Elastis
Kapasitas dapat ditingkatkan atau dikurangi sesuai kebutuhan, biasanya dalam hitungan menit, tanpa perlu penambahan hardware fisik.
Posisi SaaS dalam Model Layanan Cloud
SaaS adalah salah satu dari tiga model layanan komputasi awan utama:
Model
Yang Dikelola Penyedia
Yang Dikelola Pengguna
Contoh
IaaS (Infrastructure as a Service)
Hardware, jaringan, virtualisasi
OS, runtime, aplikasi, data
AWS EC2, Google Compute Engine
PaaS (Platform as a Service)
Hardware, OS, runtime, middleware
Aplikasi, data
Heroku, Google App Engine
SaaS (Software as a Service)
Seluruh stack teknologi
Data dan konfigurasi pengguna
Gmail, Salesforce, Zoom
Perbandingan SaaS dengan On-Premise
Aspek
SaaS
On-Premise
Biaya awal
Rendah (tidak ada investasi infrastruktur)
Tinggi (server, lisensi, implementasi)
Waktu implementasi
Hari hingga minggu
Bulan hingga tahun
Pemeliharaan
Dikelola penyedia
Dikelola tim IT internal
Kontrol data
Data di server penyedia
Data di server sendiri
Kustomisasi
Terbatas
Sangat fleksibel
Aksesibilitas
Dari mana saja dengan internet
Terbatas jaringan internal (kecuali VPN)
Skalabilitas
Mudah dan cepat
Perlu pengadaan hardware baru
SaaS untuk Bisnis Kecil dan Menengah
Model SaaS sangat populer di kalangan usaha kecil dan menengah (UKM) karena:
Tidak memerlukan investasi awal yang besar untuk server dan lisensi
Tidak perlu departemen IT khusus untuk pemeliharaan
Dapat dicoba dengan risiko rendah (banyak yang menawarkan masa uji coba gratis)
Biaya dapat disesuaikan dengan pertumbuhan bisnis
Pembaruan fitur dan keamanan otomatis tanpa biaya tambahan[2]
Contoh Kategori SaaS
Berbagai kategori aplikasi bisnis kini tersedia dalam model SaaS:
CRM — Salesforce, HubSpot
ERP — SAP Business ByDesign, Oracle NetSuite, Odoo (cloud)
Akuntansi — QuickBooks Online, Xero, Wave
Kolaborasi — Google Workspace, Microsoft 365, Slack
HR dan Penggajian — BambooHR, Workday
E-commerce — Shopify, WooCommerce (hosted)
Keamanan dan Kepatuhan Data
Adopsi SaaS memunculkan pertimbangan keamanan dan privasi data:
Data pelanggan tersimpan di infrastruktur penyedia — perlu evaluasi kebijakan privasi dan sertifikasi keamanan (ISO 27001, SOC 2)
Kepatuhan regulasi lokal — di Indonesia, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) mewajibkan pemrosesan data sesuai prinsip tertentu
Ketergantungan pada konektivitas internet — gangguan jaringan dapat menghentikan akses ke aplikasi
↑Mell, Peter; Grance, Timothy (2011). The NIST Definition of Cloud Computing. National Institute of Standards and Technology. NIST SP 800-145.
↑Benlian, Alexander; Hess, Thomas (2011). "Opportunities and risks of software-as-a-service: Findings from a survey of IT executives". Decision Support Systems. 52 (1): 232–246. doi:10.1016/j.dss.2011.07.007.