U Sīlānanda lahir di Mandalay. Ia pertama kali ditahbiskan sebagai samanera (calon biku) pada 14 April 1943, saat berusia 16 tahun, bertepatan dengan perayaan Thingyan. Penahbisan tersebut dilakukan di bawah bimbingan Sayadaw U Pannavata di Biara Mahavijjodaya Chaung, kawasan Sagaing Hills dan pada kesempatan itu ia menerima nama dhammaSīlānanda. Sebelum memasuki kehidupan kebhikkhuan, ia sempat mengenyam pendidikan di Kelly High School, sebuah sekolah misi Baptis Amerika.
Pada 2 Juli 1947, ia menjalani upasampadā di biara yang sama. Empat hari kemudian, ia ditahbiskan ulang di Biara Payagyi, Mandalay. Antara tahun 1946 hingga 1948, ia lulus tiga tingkat ujian keagamaan yang diselenggarakan oleh pemerintah Myanmar, dan pada tahun 1950 memperoleh status Dhammacariya (Guru Dhamma) serta dianugerahi gelar kehormatan Sasanadhaja Siripavara Dhammacariya. Pada tahun yang sama, ia kembali menjalani penahbisan di Biara Kyaungtawya Shwegyin, Rangoon. Pada tahun 1954, setelah lulus ujian keagamaan yang diselenggarakan oleh Pariyattisasanahita Association di Mandalay, ia memperoleh akhiran gelar kehormatan “-abhivamsa”. Ia juga menempuh studi di University College Colombo dan lulus ujian GCE Advanced Level dengan predikat istimewa dalam bahasa Sanskerta dan Pali.
Pada tahun 1960, U Sīlānanda diangkat sebagai kepala vihara Biara Mahavijjodaya Chaung, tempat ia pertama kali ditahbiskan sebagai samanera. Pada tahun 1968, ia pindah ke Biara Abyarama Shwegu Taik di Mandalay dan menjabat sebagai kepala vihara di sana. Selain itu, ia juga berperan sebagai penasihat spiritual Theravada Buddhist Society of America (TBSA) dan menjabat sebagai kepala vihara Dhammananda milik TBSA di Amerika Serikat.
U Sīlānanda wafat akibat tumor otak pada 13 Agustus 2005, dalam usia 78 tahun, di California Utara.
Keluarga
Ia berasal dari keluarga terpandang. Ayahnya adalah Wunnakyawhtin Saya Saing, seorang arsitek ternama asal Burma, dan ibunya bernama Daw Mone. Dua saudara laki-laki serta dua keponakannya juga dikenal sebagai arsitek terkemuka di Burma. Saudara laki-lakinya, Ngwe Hlaing, bersama keponakannya, Than Tun, merancang replika perahu kerajaan Karaweik yang terletak di Danau Kandawgyi, Yangon. Sementara itu, saudara perempuannya, Daw Sandasari (ဒေါ်သန္တာစာရီcode: my is deprecated ) menjabat sebagai kepala bikuni di Shwezedi Sathintaik, yang berada di dekat Sungai Sasanapala di Sagaing Hills.
Penghargaan
Pada tahun 1993, pemerintah Myanmar menganugerahkan kepadanya gelar kehormatan Buddhis "Aggamahā Paṇḍita". Enam tahun kemudian, pada 1999, ia kembali menerima gelar "Aggamahā Saddhammajotikadhaja". Pada 26 Oktober 2000, Universitas Yangon menganugerahkan gelar Doctor of Letters (Honoris Causa) kepada Sayadaw U Silananda atas kualifikasinya yang mengesankan. Selanjutnya, pada tahun 2005, ia memperoleh gelar Abhidaja Aggamahā Saddhammajotika dari pemerintah Myanmar.[4]
↑The New Light of Myanmar (27 October 2000). "Yangon University confers Doctor of Letters on Reactor Sayadaw of International Theravada Buddhist Missionary University, Sayagyi U Thukha". Diakses tanggal 18 May 2020. Speaking of the recipient Rector Sayadaw's impressive qualifications, he said the Sayadaw brilliantly passed the Sasanadhaja Siripavara Dhammacariya Examination, the Pariyatti Sasanahita Dhammacariya Examination, and the London General Certificate of Education Examination (with distinctions in Pali and Sanskrit). He is the recipient of Agga Maha Pandita Title (1993), and Agga Maha Saddhamma Jotika Title (1999).