Roda Impian adalah sebuah kuisIndonesia berdasarkan lisensi Wheel of Fortune. Acara ini ditayangkan di SCTV dan diproduksi oleh Triwarsana (lisensi acara ini dipegang oleh Sony Pictures Television dan King World Production). Dalam acara ini, tiga kontestan saling berkompetisi mengungkap teka-teki suatu frasa atau kalimat tersembunyi dan memperebutkan skor setinggi-tingginya.
Kontestan harus memecahkan sebuah teka-teki yang tercantum di layar monitor dengan cara menebak huruf konsonan satu persatu dari teka-teki yang dimaksud.
Kontestan harus memutar roda terlebih dahulu untuk menjalankan gilirannya sebelum memilih 1huruf konsonan.
Jika konsonan yang dipilihnya tidak ada, maka kesempatan berpindah ke kontestan lain. Sebaliknya, jika konsonan yang dipilihnya ada, maka skor miliknya akan bertambah sebesar nilai angka pada juring tertunjuk dikalikan jumlah konsonan terpilih yang muncul.
Jika kontestan ingin membeli huruf vokal, maka ia harus meminta izin dahulu kepada pembawa acara, dan skornya dikurangi 10 poin.
Jika putaran roda berhenti di juring bangkrut, maka giliran akan berpindah, dan skor kontestan tersebut akan menjadi 0.
Jika putaran roda berhenti di juring rehat dulu, maka giliran akan berpindah, dan skor kontestan tersebut tidak berubah.
Jika putaran roda berhenti di juring putar gratis, maka kontestan akan memperoleh 1 kesempatan putar gratis setelah menebak 1 konsonan dengan benar, dan skornya tidak berubah.
Waktu berpikir setiap kontestan adalah 5detik. Jika 5 detik selesai, maka giliran akan berpindah ke kontestan selanjutnya.
Setiap babak menyimpan hadiah kejutan di juring tertentu, yaitu Kejutan (babak pertama), Bingkisan 1 (babak kedua), Bingkisan 2 (babak ketiga, hanya di hari Jumat), dan Jackpot (babak ketiga). Jika putaran roda berhenti di juring hadiah, kontestan akan mendapatkan hadiah tertentu serta penambahan skor yang signifikan. Namun, jika hingga akhir babak, kontestan tersebut tidak bisa memecahkan teka-teki, hadiah akan dibatalkan dan skornya kembali menjadi 0. Khusus untuk Jackpot, begitu mendapatkannya kontestan harus langsung mengungkap teka-teki yang ada. Jika tidak bisa, maka hadiah akan dibatalkan dan permainan berlanjut hingga akhir.
Jika seorang kontestan berhasil mengungkap teka-teki tersebut dengan benar, maka skor akhir dari ke-2 kontestan lawannya akan menjadi 0.
Skor yang dihitung adalah skor yang dimiliki kontestan saat berhasil menebak teka-teki. Jika saat itu skornya 0, maka akan diberi bonus 10.
Skor yang didapat setiap kontestan dari setiap babak akan diakumulasikan.
Kontestan dengan skor akumulasi tertinggi akan masuk ke babak bonus.
Jika kontestan yang kalah terlanjur mendapat hadiah kejutan, maka hadiah tersebut akan dibatalkan.
Setiap kontestan yang kalah mendapat hadiah hiburan senilai Rp. 500 ribu.
The Champions
Tiga orang kontestan yang menjadi pemenang atau memiliki skor tertinggi dalam edisi Senin hingga Kamis, akan diadu kembali pada hari Jumat untuk mendapat gelar Champion of The Week.
Para pemenang Champion of The Week akan maju dalam edisi tiga bulanan. Di sini mereka akan diadu kembali secara bergantian untuk mendapat gelar Champion of Three Months, di mana pemenangnya akan mendapat hadiah sebuah sepeda motor senilai Rp. 25 juta.
4 orang pemenang Champion of Three Months akan maju dalam edisi tahunan. Di sini mereka akan diadu kembali secara bergantian untuk mendapat gelar Champion of The Year, di mana pemenangnya akan mendapat hadiah sebuah mobil Audi .
Larangan
Kontestan dilarang:
Menebak konsonan sebelum roda berhenti sempurna
Memutar roda dengan tidak wajar dengan tujuan untuk berhenti di juring tertentu
Menyebutkan huruf vokal tanpa izin sebelumnya
Menebak teka-teki dengan menambahkan kata sambung atau kata seru di dalam kalimat jawaban.
Kontroversi
Pada 3 Agustus 2002, Kuis Roda Impian yang ditayangkan di SCTV resmi berakhir pada 2 Agustus 2002, dengan Triana Sari sebagai juara utama di babak final. Kuis ini tidak dilanjutkan dikarenakan banyak penipuan yang mengatasnamakan acara tersebut. Pihak produser terpaksa resmi menghentikan penayangan kuis tersebut tanpa batas waktu yang ditentukan. Charles Bonar Sirait, sang pembawa acara kuis menuturkan, acara tersebut memang dimanfaatkan pihak yang ingin menipu masyarakat.[1]