Ritus Roma
Ritus Roma sejauh ini merupakan ritus yang paling banyak digunakan. Sama seperti ritus liturgi lainnya, ritus ini berkembang dari waktu ke waktu, dengan bentuk-bentuk yang lebih baru menggantikan yang lebih lama. Ritus Roma mengalami banyak perubahan selama satu setengah milenium pertama keberadaannya (lihat Misa Pra-Tridentina). Bentuk-bentuk yang ditetapkan oleh Paus Pius V sekitar tahun 1560-an dan 1570-an tersebut, seperti yang diminta oleh Konsili Trente, berulang kali mengalami berbagai variasi kecil pada abad-abad setelahnya. Setiap edisi umum yang baru (edisi yang memuat tambahan cetakan untuk penyesuaian) dari Misale Romawi (lihat Misa Tridentina) dan buku-buku liturgi lainnya menggantikan yang sebelumnya.
Pada abad ke-20 terjadi perubahan yang lebih mendalam. Paus Pius X secara drastis menata ulang Mazmur dalam Brevir dan mengubah judul-judul Misa. Paus-Paus berikutnya senantiasa melakukan perubahan-perubahan semacam itu, dimulai dari Paus Pius XII yang merevisi perayaan Pekan Suci dan aspek-aspek tertentu lainnya dari Misale Romawi (Buku Misa Ritus Roma) pada tahun 1955.
Konsili Vatikan II (1962-1965) diikuti dengan suatu revisi umum terhadap ritus-ritus dari semua sakramen dalam Ritus Roma, termasuk Ekaristi. Sama seperti sebelumnya, setiap edisi umum yang baru dari buku liturgi resmi menggantikan yang sebelumnya. Dengan demikian Buku Misa Ritus Roma tahun 1970, yang menggantikan edisi tahun 1962, digantikan dengan edisi tahun 1975. Edisi tahun 2002 kemudian menggantikan edisi tahun 1975 baik yang dalam bahasa Latin, sebagaimana terjemahan resmi ke masing-masing bahasa ditampilkan, maupun yang dalam bahasa setempat. Menurut ketentuan Summorum Pontificum yang dibuat Paus Benediktus XVI, Misa Paulus VI dikenal sebagai "Bentuk Umum" dari Ritus Roma.
Misa Tridentina, seperti dalam Buku Misa Ritus Roma tahun 1962, masih diperbolehkan untuk digunakan sebagai "bentuk luar biasa" dari Ritus Roma pada kondisi-kondisi sesuai yang tertulis dalam dokumen Summorum Pontificum.
Penggunaan Anglikan
Penggunaan Anglikan merupakan suatu variasi penggunaan Ritus Roma. Sepanjang Liturgi Ekaristi, khususnya Doa Syukur Agung, lebih mirip dengan Ritus Roma sementara Liturgi Sabda dan Ritus Tobat-nya lebih banyak berbeda. Bahasa yang digunakan, yang mana berbeda dengan terjemahan ICEL atas Misa Ritus Roma, berdasarkan pada Buku Doa Umum, yang awalnya ditulis pada abad ke-16. Kebanyakan paroki Penggunaan Anglikan menggunakan Buku Ibadat Ilahi, sebuah adaptasi dari Buku Doa Umum.
Penggunaan Anglikan diperbolehkan penggunaannya berdasarkan Provisi Pastoral Amerika Serikat tahun 1980 di beberapa paroki dari negara tersebut yang telah keluar dari Gereja Episkopal di Amerika Serikat. Provisi Pastoral yang sama ini juga memungkinkan, sebagai suatu pengecualian kasus per kasus, penahbisan mantan pelayan Episkopal yang telah menikah untuk menjadi imam Katolik. Pada 9 November 2009, Paus Benediktus XVI menetapkan ketentuan-ketentuan tentang pendirian ordinariat personal bagi umat Anglikan yang bergabung dengan Gereja Katolik Roma. Suatu ordinariat didirikan untuk Inggris dan Wales pada 15 Januari 2011, yang kedua bagi Amerika Serikat dan Kanada pada 1 Januari 2012, dan yang ketiga bagi Australia pada 15 Juni 2012. Semua ordinariat ini memiliki kecakapan untuk merayakan Ekaristi dan sakramen lainnya, Ibadat Harian dan fungsi liturgis lainnya sesuai dengan buku-buku liturgi yang layak untuk tradisi Anglikan, dalam revisi yang telah disetujui Takhta Suci, sehingga karenanya tetap melestarikan tradisi pastoral, spiritual, dan liturgi Anglikan. Kecakapan ini tidak mengecualikan perayaan liturgis menurut Ritus Roma.[1]
Penggunaan di Algonquian dan Iroquoian
Juga disebut "Misa Indian", merupakan sejumlah variasi Ritus Roma yang dikembangkan dalam misi Indian di Kanada dan Amerika Serikat. Ritus-ritus ini berasal dari abad ke-17, dan beberapa tetap digunakan sampai Konsili Vatikan II. Bagian yang diucapkan imam tetap dalam bahasa Latin, sementara yang dinyanyikan oleh koor diterjemahkan ke dalam bahasa setempat (misalnya Mohawk, Algonquin, Micmac, dan Huron). Ritus-ritus tersebut umumnya juga menampilkan suatu siklus penurunan atas himne dan variasi liturgi dalam bahasa asli. Saat ini ritus-ritus tersebut jarang digunakan.[2]
Penggunaan di Zaire
Penggunaan Zaire merupakan suatu variasi inkulturatif dari Bentuk Umum Ritus Roma yang digunakan sangat terbatas di beberapa negara Afrika sejak akhir tahun 1970-an.
Ritus-Ritus Barat dari jenis "Gallican"
Ritus Ambrosian
Ritus Ambrosian digunakan di sebagian besar Keuskupan Agung Milan, Italia dan di beberapa daerah keuskupan-keuskupan sekitarnya di Italia dan Swiss. Bahasa yang digunakan sekarang biasanya bahasa Italia, bukannya Latin. Dengan beberapa variasi teks dan perbedaan kecil dalam urutan bacaan, ritus ini bentuknya mirip dengan Ritus Roma. Klasifikasi Ritus Ambrosian, yang dikaitkan dengan Gallican, menjadi bahan perdebatan.[3]
Ritus Kartusian
Ritus Kartusian saat ini menggunakan sebuah versi yang direvisi tahun 1981.[6] Terlepas dari elemen-elemen baru dalam revisi ini, secara substansial merupakan ritus dari Grenoble pada abad ke-12 dengan beberapa bahan tambahan dari sumber-sumber lain.[7] Di antara berbagai perbedaan lainnya dari Misa Ordo Roma, diakon mempersiapkan persembahan saat Surat (Epistle) dinyanyikan, imam yang mempersempahkan Misa mencuci tangannya dua kali dan mendaraskan Doa Syukur Agung dengan kedua tangannya direntangkan membentuk salib selain pada saat menggunakan tangan untuk beberapa tindakan tertentu, serta tidak ada berkat di akhir Misa.[8]
Ritus Kartusian saat ini merupakan satu-satunya ritus Misa yang masih digunakan yang berasal dari suatu ordo keagamaan Katolik; tetapi, berdasarkan Ecclesia Dei, beberapa individu atau kelompok kecil diperbolehkan untuk menggunakan beberapa ritus yang sudah tidak digunakan.