Revilla lahir di Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Ia merupakan anak ke-8 dari sembilan bersaudara pasangan Mukhtar dan Hj. Nursina. Setelah menamatkan SD dan SMP di kampungnya, ia masuk ke Sekolah Pendidikan Guru (SPG) 2 Padang. Pada 1990, ia mengambil kuliah di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bung Hatta (UBH). Ketika mulai duduk di bangku kuliah, minatnya untuk masuk menjadi TNI mulai muncul. Untuk memulai, ia bergabung dengan resimen mahasiswa (menwa) di kampusnya. Setelah lulus S-1, ia masuk Sekolah Perwira Prajurit Karier Tentara Nasional Indonesia pada 1997 dan tamat pada 1998.[3][4]
Revilla tergabung dalam MILOBS /Milstaf 2017 yang menjalankan misi pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama setahun sejak Juni 2017.[5] bersama Satgas INDOBAT XXXV C terdiri dari 779 anggota TNI di bawah pimpinan Letkol Inf Syamsul Alam sebagai Dansatgas. Secara keseluruhan, hanya ada 16 personel perempuan TNI yang bertugas sebagai SATGAS di UNAMID.[6][7]
Di kampnya di Al-Fashir, Revilla menjadi satu-satunya perempuan dari Indonesia. Selain itu, ia dingkat sebagai Chief U9, yakni kepala koordinasi sipil-militer UDAMID di tingkat pusat.[1][8]
Di tengah masa tugasnya pada 27 Februari 2018, sang ibu, Hj. Nursina meninggal dunia sehingga ia sempat mengambil cuti sementara waktu.[9]
Pada 12 Maret 2018, PBB memberikan penghargaan UN Peacekeeping Medal kepada Letkol Revila Oulina dan Satgas Yonkomposit TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-C/UNAMID. Peacekeeping PBB yaitu suatu tanda kehormatan United Nation Medal yang berhak dipasang pada seragam prajurit yang bersangkutan dan sebuah brevet kebanggaan kontingen negara kontribusi masing-masing dalam hal ini Indonesia dengan brevet Garuda, yang merupakan suatu pemberian penganugerahan dan penyematan medali kehormatan tertinggi.[7][10]
Kehidupan pribadi
Revilla telah menikah dan memiliki dua orang anak.[1]