Anaerobic respiration adalah respirasi menggunakan akseptor elektron selain oksigen molekuler (O2). Meski oksigen bukan akseptor elektron terakhir, proses ini masih menggunakan rantai transpor elektron respiratif.[1]
Pada organisme aerob yang sedang mengalami respirasi, elektron-elektron dikirim kepada sebuah rantai transpor elektron, dan akseptor elektron terakhirnya adalah oksigen. Oksigen molekuler adalah akseptor elektron yang baik. Anaerob menggunakan senyawa-senyawa lainnya yang lebih tidak mengoksidasi seperti nitrat (NO−3), fumarat (C4H2O2−4), sulfat (SO2−4) atau belerang elemental (S). akseptor-akseptor elektron terminal ini memiliki potensial reduksi yang lebih kecil daripada O2. Lebih sedikit energi per molekul yang teroksidasi dihasilkan. Oleh karena itu, respirasi anaerob kurang efisien daripada aerob.