Menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta dibawa dan diamankan ke Rengasdengklok oleh golongan muda yang terdiri dari Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh. Peristiwa Rengasdengklok ini terjadi karena golongan muda menginginkan agar proklamasi dilakukan secepatnya tanpa melalui PPKI yang dianggap sebagai badan bentukan Jepang.
Kecamatan ini termasuk salah satu kecamatan dengan jumlah penduduk terpadat di Kabupaten Karawang yaitu dengan penduduk sebesar 230.000 jiwa dan luas sekitar 31,46km².
Perekonomian
Masyarakat kecamatan ini kebanyakan bekerja sebagai pedagang di pasar tradisional atau pemilik toko elektronik, banyak masyarakat kawasan utara Karawang berbelanja di pasar dan toko-toko di Rengasdengklok karena sangat lengkap.
RS Proklamasi Rengasdengklok adalah satu-satunya Rumah Sakit di kawasan utara Karawang jika Puskesmas di tempat asal pasien tidak memadai dari segi alat, obat maupun perawat.