Rencana Komprehensif untuk mengakhiri Konflik Gaza atau biasanya disebutkan sebagai Rencana Perdamaian Gaza adalah sebuah perjanjian multilateral antara Israel dan Hamas yang bertujuan khususnya untuk menghentikan perang Gaza yang sedang berlangsung dan menghentikan krisis timur tengah pada umumnya. Dengan dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, perjanjian ini dinegosiasikan melalui konsultasi dengan berbagai negara Arab dan Islam. Rencana ini diresmikan menjadi Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803, dan diawasi oleh Board of Peace
Sejarah
Pada tanggal 29 September 2025, Presiden Amerika SerikatDonald Trump mengusulkan rencana baru dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih bersama Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu untuk menghentikan perang Gaza yang sedang berlangsung dan krisis Timur Tengah yang lebih luas. Rencana tersebut berbeda dari proposal Jalur Gaza Trump sebelumnya, yang dibuat pada Februari 2025. Rencana tersebut terdiri dari 20 poin spesifik [2] yang secara umum bertujuan untuk mencapai gencatan senjata, kembalinya sandera Israel, melucuti kemampuan militer Hamas, dan membangun struktur pemerintahan transisi di Jalur Gaza. Trump menyatakan bahwa kesepakatan ini bergantung pada persetujuan Hamas.[3][4] Trump telah memberi Hamas tenggat waktu hingga 5 Oktober 2025 untuk menyetujui proposal mereka.[5]
Banyak negara di seluruh dunia mendukung rencana ini, termasuk Prancis, Jerman, Rusia, Spanyol, Uni Emirat Arab, Mesir, Turki, Qatar, Yordania, Indonesia, Pakistan, dan Inggris.[6] Pada tanggal 3 Oktober 2025, sebagai tanggapan atas usulan tersebut, Hamas setuju untuk membebaskan sandera yang tersisa di Gaza dan "menyerahkan administrasi Jalur Gaza kepada badan teknokrat independen Palestina", tetapi tidak untuk melucuti senjata atau melepaskan pengaruh dari Gaza.[7] Menanggapi pertanyaan reporter CNN tentang apa yang akan terjadi jika Hamas bersikeras untuk tetap berkuasa, Trump mengatakan kelompok itu akan menghadapi "pemusnahan total".[8]
↑"Seeking 'eternal Middle East peace': Full text of Trump, Netanyahu statements on deal to end Gaza war". The Times of Israel (dalam bahasa American English). September 29, 2025. ISSN0040-7909. Diakses tanggal September 30, 2025. So let us not forget how we got here. Hamas was elected by the Palestinian people. Israel withdrew from Gaza thinking they would live in peace. Remember that — a long time ago, they withdrew. They said, You take it. This is our contribution to peace. But that didn't work out. That didn't work out. It was the opposite of peace.