Rekor di kabinet Indonesia
Berikut sejumlah rekor dan statistik menteri di Indonesia.
Pejabat kabinet berdasarkan jumlah kabinet
Kepala negara dengan kabinet terbanyak
- Soekarno, 25 kabinet (Kabinet Presidensial sampai Kabinet Ampera I)
- Soeharto, 8 kabinet (Kabinet Ampera II sampai Kabinet Pembangunan VII)
Kepala pemerintahan dengan kabinet terbanyak
- Soeharto, 9 kabinet
- Soekarno, 8 kabinet
- Mohammad Hatta, 3 kabinet
Menteri pada kabinet terbanyak
- Johannes Leimena, 17 kabinet
- Hamengkubuwana IX, 16 kabinet
- Djoeanda Kartawidjaja, 13 kabinet
Menteri di bawah kepemimpinan lebih dari 2 presiden
Di bawah kepemimpinan 4 presiden
- Juwono Sudarsono[1]
- Menteri Negara Lingkungan Hidup, di bawah presiden ke-2 Soeharto, 1998
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, di bawah presiden ke-3 B. J. Habibie, 1998–1999
- Menteri Pertahanan, di bawah presiden ke-4 Abdurrahman Wahid, 1999–2000
- Menteri Pertahanan, di bawah presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, 2004–2009
- Wiranto[2]
- Menteri Pertahanan Keamanan, di bawah presiden ke-2 Soeharto, 1998
- Menteri Pertahanan Keamanan di bawah presiden ke-3 B. J. Habibie, 1998–1999
- Menteri Koodinator Bidang Politik dan Keamanan di bawah presiden ke-4 Abdurrahman Wahid, 1999–2000
- Menteri Koodinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan di bawah presiden ke-7 Joko Widodo, 2016–2019
- Yusril Ihza Mahendra[3]
- Menteri Hukum dan Perundang-undangan di bawah presiden ke-4 Abdurrahman Wahid, 1999–2001
- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di bawah presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, 2001–2004
- Menteri Sekretaris Negara di bawah presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, 2004–2007
- Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan di bawah presiden ke-8 Prabowo Subianto, 2024–sekarang
Di bawah kepemimpinan 3 presiden
- Boediono[4]
- Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional di bawah presiden ke-3 B. J. Habibie, 1998–1999
- Menteri Keuangan di bawah presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, 2001–2004
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di bawah presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, 2005–2008
- Purnomo Yusgiantoro[5]
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral di bawah presiden ke-4 Abdurrahman Wahid, 2000–2001
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral di bawah presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, 2001–2004
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral di bawah presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, 2004–2009
- Menteri Pertahanan di bawah presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, 2009–2014
- Agung Laksono[6]
- Menteri Negara Pemuda dan Olahraga di bawah presiden ke-2 Soeharto, 1998
- Menteri Negara Pemuda dan Olahraga di bawah presiden ke-3 B. J. Habibie, 1998–1999
- Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat di bawah presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, 2009–2014
- Sri Mulyani
- Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional di bawah presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, 2004–2005
- Menteri Keuangan di bawah presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, 2005–2010
- Menteri Keuangan di bawah presiden ke-7 Joko Widodo, 2016–2024
- Menteri Keuangan di bawah presiden ke-8 Prabowo Subianto, 2024–2025
- Zulkifli Hasan
- Menteri Kehutanan di bawah presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, 2009–2014
- Menteri Perdagangan di bawah presiden ke-7 Joko Widodo, 2022–2024
- Menteri Koordinator Bidang Pangan di bawah presiden ke-8 Prabowo Subianto, 2024–sekarang
- Saifullah Yusuf
- Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di bawah presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, 2004–2007
- Menteri Sosial di bawah presiden ke-7 Joko Widodo, 2024
- Menteri Sosial di bawah presiden ke-8 Prabowo Subianto, 2024–sekarang
Menteri dan wakil menteri berdasarkan durasi menjabat
Menteri terlama menjabat
- Radius Prawiro; 21 tahun, 311 hari
- Menteri Pemeriksa Keuangan Agung Muda (1964–1966)
- Menteri Departemen Bank Sentral (1966)
- Menteri Perdagangan (1973–1983)
- Menteri Keuangan (1983–1988)
- Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri dan Pengawasan Pembangunan (1988–1993)
- Emil Salim; 21 tahun, 180 hari
- Menteri Negara Bidang Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara (1971–1973)
- Menteri Perhubungan (1973–1988)
- Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (1988–1993)
- J. B. Sumarlin; 19 tahun, 348 hari
- Menteri Negara Penertiban Aparatur Negara (1973–1983)
- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (1983–1988)
- Menteri Keuangan (1988–1993)
Menteri paling singkat menjabat
Berikut ini daftar total durasi yang pernah dijabat menteri
- Arcandra Tahar; 7001190000000000000♠19 hari[7]
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (27 Juli 2016 – 15 Agustus 2016)
- Soenarjo Kolopaking; 7001210000000000000♠21 hari
- Menteri Keuangan (14 November 1945 – 5 Desember 1945)
- Adjidarmo Tjokronegoro; 7001210000000000000♠21 hari
- Menteri Sosial (14 November 1945 – 5 Desember 1945)
- Sumardjo; 7001220000000000000♠22 hari[8]
- Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (24 Februari 1966 – 18 Maret 1966)
Menteri paling singkat menjabat di satu posisi
Berikut ini daftar durasi waktu tertentu yang pernah dijabat menteri di satu posisi.
- Agum Gumelar; 3 hari
- Menteri Pertahanan (20 Juli 2001 – 23 Juli 2001)
- Mahfud MD; 3 hari
- Menteri Hukum dan Perundang-undangan (20 Juli 2001 – 23 Juli 2001)
- Arcandra Tahar; 7001190000000000000♠19 hari
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (27 Juli 2016 – 15 Agustus 2016)
Menteri terlama dengan jabatan yang sama
- B. J. Habibie; 19 tahun 345 hari
- Menteri Negara Riset dan Teknologi (29 Maret 1978 – 11 Maret 1998)
- Soedharmono; 15 tahun, 334 hari
- Menteri/Sekretaris Negara (8 April 1972 – 11 Maret 1988)
- Harmoko; 7003519800000000000♠14 tahun, 84 hari
- Menteri Penerangan (19 Maret 1983 – 11 Juni 1997)
Partai/ perwakilan terlama yang tergabung dalam kabinet
- Partai Golongan Karya/ Golkar; 7004151800000000000♠41 tahun, 205 hari + 7003360100000000000♠9 tahun, 314 hari
- Kabinet Pembangunan II – Kabinet Indonesia Bersatu II (29 Maret 1973 – 20 Oktober 2014)
- Kabinet Kerja – Kabinet Merah Putih (27 Juli 2016 – sekarang)
- Angkatan Bersenjata Republik Indonesia/ ABRI; 7004149280000000000♠40 tahun, 318 hari
- Kabinet Kerja I – Kabinet Persatuan Nasional (5 Oktober 1959 – 18 Agustus 2000)
- Partai Persatuan Pembangunan/ PPP; 29 tahun, 356 hari
- Kabinet Pembangunan II (28 Maret 1973 – 29 Maret 1978)
- Kabinet Persatuan Nasional – Kabinet Indonesia Maju (29 Oktober 1999 – 20 Oktober 2024)
Wakil Menteri terlama menjabat
- Mahendra Siregar; 6 tahun 228 hari
- Wakil Menteri Perdagangan (2009–2011)
- Wakil Menteri Keuangan (2011–2013)
- Wakil Menteri Luar Negeri (2019–2022)
- Dante Saksono Harbuwono; 7003241600000000000♠6 tahun, 224 hari
- Wakil Menteri Kesehatan (2019–sekarang)[a]
- Suahasil Nazara; 7003241600000000000♠6 tahun, 224 hari
- Wakil Menteri Keuangan (2019–sekarang)[a]
- Kartika Wirjoatmodjo; 7003216900000000000♠5 tahun, 342 hari
- Wakil Menteri BUMN (2019–2025)
Wakil Menteri paling singkat menjabat
- Soegiono Josodiningrat; 7001520000000000000♠52 hari
- Wakil Menteri Keamanan Rakyat (7 Januari 1946 – 28 Februari 1946)
- Abdul Moerad; 7001540000000000000♠54 hari
- Wakil Menteri Keamanan Rakyat (14 November 1945 – 7 Januari 1946)
- Setiadi Reksoprodjo; 7001780000000000000♠78 hari
- Menteri Muda Penerangan (11 November 1947 – 28 Januari 1948)
- Rosan Roeslani; 7002100000000000000♠100 hari
- Wakil Menteri BUMN (17 Juli 2023 – 25 Oktober 2023)
Menteri dan wakil menteri berdasarkan umur
Menteri termuda pada saat dilantik
- Setiadi Reksoprodjo; berumur 7003941900000000000♠25 tahun, 288 hari
- Lahir pada 18 September 1921
- Menteri Penerangan, dilantik pada 3 Juli 1947 di Kabinet Amir Sjarifuddin I
- Mohammad Rasjidi; berumur 30 tahun 178 hari
- Lahir pada 20 Mei 1915
- Menteri Negara Urusan Agama, dilantik pada 14 November 1945 di Kabinet Sjahrir I
- Soepeno; 7004115530000000000♠31 tahun, 231 hari
- Lahir pada 12 Juni 1916
- Menteri Pembangunan & Pemuda pada 24 Februari 1949 dilantik pada 29 Januari 1948 Kabinet Hatta I
Menteri termuda pada saat lepas jabatan
Terhitung pada saat terakhir kali menjadi menteri
- Mohammad Rasjidi; 7004114580000000000♠31 tahun, 135 hari
- Lahir pada 20 Mei 1915
- Dilepaskan jabatannya sebagai Menteri Negara Urusan Agama di Kabinet Sjahrir II
- Soepeno; 7004119450000000000♠32 tahun, 257 hari
- Lahir pada 12 Juni 1916
- Meninggal pada saat menjabat sebagai Menteri Pembangunan & Pemuda pada 24 Februari 1949 di Kabinet Hatta I
- Wikana; 7004121560000000000♠33 tahun, 103 hari
- Lahir pada 18 Oktober 1914
- Meninggal pada saat menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Pemuda pada 29 Januari 1948
Menteri tertua pada saat dilantik
Daftar menteri tertua ini dihitung pada saat pertama kali menjabat di kabinet
- Djamari Chaniago: berumur 7004279200000000000♠76 tahun, 161 hari
- Lahir pada 9 April 1949
- Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, dilantik pada 17 September 2025 pada Kabinet Merah Putih
- Fachrul Razi; berumur 7004263870000000000♠72 tahun, 89 hari
- Lahir pada 26 Juli 1947
- Menteri Agama, dilantik pada 23 Oktober 2019 pada Kabinet Indonesia Maju
- Sjafrie Sjamsoeddin; berumur 7004262890000000000♠71 tahun, 357 hari
- Lahir pada 30 Oktober 1952
- Menteri Pertahanan, dilantik pada 21 Oktober 2024 pada Kabinet Merah Putih
Menteri tertua pada saat lepas jabatan
Menteri tertua pada saat lepas jabatan dihitung yang sudah tidak memegang jabatan menteri.
- Luhut Binsar Pandjaitan; berumur 7004281470000000000♠77 tahun, 22 hari
- Lahir pada 28 September 1947
- Dilepaskan jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada 20 Oktober 2024 dari Kabinet Indonesia Maju
- Nafsiah Mboi; berumur 7004271260000000000♠74 tahun, 98 hari
- Lahir pada 14 Juli 1940
- Dilepaskan jabatannya sebagai Menteri Kesehatan pada 20 Oktober 2014 dari Kabinet Indonesia Bersatu II
- Fachrul Razi; berumur 7004268140000000000♠73 tahun, 150 hari
- Lahir pada 26 Juli 1947
- Dilepaskan jabatannya sebagai Menteri Agama pada 23 Desember 2020 dari Kabinet Kerja
Wakil Menteri termuda pada saat dilantik
- Setiadi Reksoprodjo; berumur 7003955000000000000♠26 tahun, 54 hari
- Lahir pada 18 September 1921
- Menteri Muda Penerangan, dilantik pada 11 November 1947 di Kabinet Amir Sjarifuddin II
- Satrio Sastrodiredjo; berumur 7004124370000000000♠34 tahun, 19 hari
- Lahir pada 14 Juni 1913
- Menteri Muda Kesehatan, dilantik pada 3 Juli 1947 di Kabinet Amir Sjarifuddin I
- Angga Raka Prabowo; berumur 7004127640000000000♠34 tahun, 346 hari
- Lahir pada 8 September 1989
- Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, dilantik pada 19 Agustus 2024 di Kabinet Indonesia Maju
Wakil Menteri tertua pada saat dilantik
- Otto Hasibuan; berumur 7004253520000000000♠69 tahun, 149 hari
- Lahir pada 5 Mei 1955
- Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, dilantik pada 21 Oktober 2024 di Kabinet Merah Putih
- Lodewijk Freidrich Paulus; berumur 7004245580000000000♠67 tahun, 86 hari
- Lahir pada 27 Juli 1957
- Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, dilantik pada 21 Oktober 2024 di Kabinet Merah Putih
- Muhammad Syafi'i; berumur 7004237720000000000♠65 tahun, 30 hari
- Lahir pada 21 September 1959
- Wakil Menteri Agama, dilantik pada 21 Oktober 2024 di Kabinet Merah Putih
Kabinet berdasarkan durasi
Kabinet dengan durasi terlama
- Kabinet Pembangunan II; 5 tahun 1 hari
- Pelantikan: 28 Maret 1973
- Pembubaran: 29 Maret 1978
- Kabinet Indonesia Bersatu; 4 tahun 364 hari
- Pelantikan: 21 Oktober 2004
- Pembubaran: 20 Oktober 2009
- Kabinet Indonesia Bersatu II; 4 tahun 363 hari
- Pelantikan: 22 Oktober 2009
- Pembubaran: 20 Oktober 2014
Kabinet dengan durasi tersingkat
- Kabinet Dwikora II; 31 hari
- Pelantikan: 24 Februari 1966
- Pembubaran: 27 Maret 1966
- Kabinet Susanto; 7001320000000000000♠32 hari
- Pelantikan: 20 Desember 1949
- Pembubaran: 21 Januari 1950
- Kabinet Pembangunan VII; 66 hari
- Pelantikan: 16 Maret 1998
- Pembubaran: 21 Mei 1998
- Kabinet Presidensial; 7001730000000000000♠73 hari
- Pelantikan: 2 September 1945
- Pembubaran: 14 November 1945
Jumlah anggota kabinet dan wakil menteri
Kabinet dengan jumlah menteri terbanyak
- Kabinet Dwikora II – 132 menteri
- Kabinet Dwikora I – 110 menteri
- Kabinet Dwikora III – 79 menteri
Kabinet dengan jumlah wakil menteri terbanyak
- Kabinet Merah Putih – 59 wakil menteri
- Kabinet Indonesia Maju – 20 wakil menteri
- Kabinet Indonesia Bersatu II – 19 wakil menteri
Jumlah perwakilan partai/utusan terbanyak dalam kabinet
Jumlah menteri perwakilan partai/utusan terbanyak
Berikut jumlah perwakilan partai serta utusan dalam kabinet. Daftar ini termasuk menteri ex-officio.
- Golongan Karya/Partai Golongan Karya (Golkar) – 141 menteri
- Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) – 63 menteri
- Partai Nasional Indonesia (PNI) – 33 menteri
Jumlah wakil menteri/menteri muda perwakilan partai/utusan terbanyak
- Golongan Karya/Partai Golongan Karya (Golkar) – 14 menteri muda dan 4 wakil menteri (total: 18)
- Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) – 11 wakil menteri
- Partai Sosialis – 7 menteri muda
Pejabat kabinet berdasarkan jumlah jabatan
Menteri yang paling banyak memiliki jabatan yang berbeda
- Johannes Leimena; 7 jabatan menteri, 1 jabatan menteri muda
- Menteri Muda Kesehatan
- Menteri Kesehatan
- Menteri Sosial
- Menteri Negara
- Wakil Perdana Menteri
- Wakil Menteri Pertama
- Menteri Koordinator Kompartemen Distribusi
- Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan
- Djuanda Kartawidjaja; 7 jabatan menteri
- Menteri Perhubungan
- Menteri Negara
- Menteri Pekerjaan Umum
- Menteri Pertahanan
- Perdana Menteri
- Menteri Keuangan
- Menteri Pertama
Menteri dengan jabatan pelaksana tugas / ad-interim terbanyak
- Mahfud MD; 2 jabatan menteri ad-interim, 2 jabatan pelaksana tugas
- Syarif Thayeb; 3 jabatan menteri ad-interim
- Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan ad-interim (1966)
- Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan ad-interim (1966)
- Menteri Luar Negeri ad-interim (1977–1978)
- Luhut Binsar Panjaitan; 2 jabatan menteri ad-interim, 1 jabatan pelaksana tugas
- Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (2016)
- Menteri Perhubungan ad-interim (2020)
- Menteri Kelautan dan Perikanan ad-interim (2020)
Wakil Menteri yang paling banyak memiliki jabatan yang berbeda

- Mahendra Siregar, 3 jabatan wakil menteri
- Wakil Menteri Perdagangan (2010–2011)
- Wakil Menteri Keuangan (2011–2013)
- Wakil Menteri Luar Negeri (2019–2022)
Pejabat Kabinet yang memiliki hubungan keluarga
Sesama pimpinan kabinet
- Soekarno (ayah); Presiden Indonesia (1945–1967), Perdana Menteri (1959–1966)
- Megawati Soekarnoputri (anak); Presiden Indonesia (2001–2004), Wakil Presiden Indonesia (1999–2001)
- Assaat (paman); Presiden Negara Bagian RI (1949–1950)
- Abdoel Halim (keponakan); Perdana Menteri (1950)
- Joko Widodo; Presiden Indonesia (2014–2024)
- Gibran Rakabuming Raka (anak); Wakil Presiden Indonesia (2024–sekarang)
Pimpinan kabinet dan menteri
- Mohammad Hatta (ayah); Wakil Presiden Indonesia (1945–1956), Perdana Menteri (1948–1950)
- Meutia Hatta (anak); Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (2004–2009)[13]
- Amir Sjarifoeddin Harahap (sepupu), Perdana Menteri (1947–1948)
- Todung Harahap S. G. Mulia (sepupu), Menteri Pengajaran (1945–1946)[14]
- Arifin Harahap (sepupu), Menteri Perdagangan (1959–1962)
- Ali Sastroamidjojo (paman); Perdana Menteri (1953–1955; 1956–1957)
- Ali Wardhana (keponakan); Menteri Keuangan (1968–1983); Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri dan Pengawasan Pembangunan (1983–1988)
- Harsono Tjokroaminoto (adik); Wakil Perdana Menteri (1955–1956)
- Anwar Tjokroaminoto (kakak); Menteri Sosial (1952–1953)[15]
- Soeharto (ayah); Presiden Indonesia (1967–1998), Ketua Presidium (1966–1967)
- Siti Hardijanti Rukmana (anak), Menteri Sosial (1998)[16]
- Try Sutrisno (mertua), Wakil Presiden Indonesia (1993–1998)
- Ryamizard Ryacudu (menantu), Menteri Pertahanan (2014–2019)[17]
- Megawati Soekarnoputri (ibu), Presiden Indonesia (2001–2004), Wakil Presiden Indonesia (1999–2001)
- Puan Maharani (anak), Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (2014–2019)
- Susilo Bambang Yudhoyono (ayah); Presiden Indonesia (2004–2014)
- Agus Harimurti Yudhoyono (anak); Menteri Agraria dan Tata Ruang (2024), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (2024–sekarang)
- Prabowo Subianto Djojohadikusumo (anak); Presiden Indonesia (2024–sekarang)
- Soemitro Djojohadikoesoemo (ayah), Menteri Perdagangan (1950–1951; 1968–1973), Menteri Keuangan (1952–1953; 1955–1956), Menteri Negara Riset (1973–1978)
Menteri yang memiliki hubungan kakak-beradik
- Muhaimin Iskandar (adik); Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2014–2019), Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (2024–sekarang)
- Abdul Halim Iskandar (kakak); Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (2019–2024)
- Erna Witoelar (née Walinono); Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah (1999–2001)
- Nafsiah Mboi (kakak; née Walinono); Menteri Kesehatan (2012–2014)
- Muhammad Quraish Shihab (kakak); Menteri Agama (1998)
- Alwi Shihab (adik); Menteri Luar Negeri (1999–2001), Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (2004–2004)
- Mochtar Kusumaatmadja (kakak); Menteri Kehakiman (1974–1978), Menteri Luar Negeri (1978–1988)
- Sarwono Kusumaatmadja (adik); Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (1988–1993), Menteri Negara Lingkungan Hidup (1993–1998), Menteri Eksplorasi Kelautan (1999–2001)
- Bambang Brodjonegoro (adik); Menteri Keuangan (2014–2016), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (2016–2019), Menteri Riset dan Teknologi (2019–2021)
- Satryo Brodjonegoro (kakak); Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (2024–2025)
Menteri yang memiliki hubungan perkawinan
- Farid Anfasa Moeloek; Menteri Kesehatan (1998–1999)
- Nila Moeloek (istri); Menteri Kesehatan (2014–2019)
- Rachmat Witoelar; Menteri Lingkungan Hidup (2004–2009)
- Erna Witoelar (istri); Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah (1999–2001)
- Agum Gumelar; Menteri Perhubungan (1999–2001; 2001–2004), Menteri Pertahanan (2001), Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan (2001)
- Linda Amalia Sari (istri); Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (2014–2019)
- Sjarifuddin Baharsjah; Menteri Pertanian (1993–1998)
- Justika Baharsjah (istri); Menteri Pertanian (1998); Menteri Sosial (1998–1999)
- Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga; Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (2014–2019)
- I Gusti Ayu Bintang Darmawati (istri); Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (2019–2024)
Menteri yang memiliki hubungan orangtua-anak
1 orang tua, 2 anak
- Sumantri Brodjonegoro (ayah); Menteri Pertambangan (1967–1973), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1973)
- Bambang Brodjonegoro (anak); Menteri Keuangan (2014–2016), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (2016–2019), Menteri Riset dan Teknologi (2019–2021)
- Satryo Brodjonegoro (anak); Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (2024–2025)
1 orang tua, 1 anak
- Mohammad Hatta (ayah), Menteri Pertahanan (1948), Menteri Luar Negeri (1949–1950)
- Meutia Hatta (anak), Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (2004–2009)
- Soemitro Djojohadikoesoemo (ayah); Menteri Perdagangan (1950–1951; 1968–1973), Menteri Keuangan (1952–1953; 1955–1956), Menteri Negara Riset (1973–1978)
- Prabowo Subianto (anak); Menteri Pertahanan (2019–2024)
- Soeharto (ayah); Menteri Pertahanan (1966–1973)
- Siti Hardijanti Rukmana (anak); Menteri Sosial (1998)
- Saifuddin Zuhri (ayah); Menteri Agama (1962–1967)
- Lukman Hakim Saifuddin (anak); Menteri Agama (2014–2019)
- Ginandjar Kartasasmita (ayah) Menteri Pertambangan (1988–1993), Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (1993–1998), Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (1998–1999)
- Agus Gumiwang Kartasasmita (anak) Menteri Sosial (2018–2019), Menteri Perindustrian (2019–sekarang)
- Mochtar Kusumaatmadja (ayah); Menteri Kehakiman (1973–1978), Menteri Luar Negeri (1978–1988)
- Armida Alisjahbana (anak); Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (2009–2014)
- Ida Anak Agung Gde Agung (ayah); Menteri Luar Negeri (1955–1956)
- Anak Agung Gde Agung (anak); Menteri Masalah-Masalah Kemasyarakatan (1999–2000)
- Soemarno (ayah); Menteri Urusan Bank Sentral (1963–1964), Menteri Koordinator Keuangan (1963–1966; 1966), Menteri Koordinator Urusan Perencanaan Pembangunan Nasional (1966)
- Rini Soemarno (anak); Menteri Perindustrian dan Perdagangan (2001–2004); Menteri Badan Usaha Milik Negara (2014–2019)
- Achmad Tahir (ayah); Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi (1983–1988)
- Linda Amalia Sari (anak); Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (2009–2014)
- Hartarto Sastrosoenarto (ayah); Menteri Perindustrian (1983–1993); Menteri Koordinator Bidang Produksi dan Distribusi (1993–1998), Menteri Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara (1998–1999)
- Airlangga Hartarto (anak); Menteri Perindustrian (2016–2019), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (2019–sekarang)
- Soesilo Soedarman (ayah); Menteri Pos, Pariwisata, dan Telekomunikasi (1998–1993); Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (1993–1997)
- Indroyono Soesilo (anak); Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (2014–2015)
- Susilo Bambang Yudhoyono (ayah); Menteri Pertambangan dan Energi (1999–2000), Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan (2000–2001), Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (2001–2004)
- Agus Harimurti Yudhoyono (anak); Menteri Agraria dan Tata Ruang (2024), Menteri Koordinator Bidang Infrastuktur dan Pembangunan Wilayah (2024–sekarang)
Jabatan menteri berdasarkan pergantian nama
Jabatan menteri yang mengalami pergantian nama terbanyak
- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; 10 kali pergantian
- Menteri Negara Urusan Kesejahteraan Negara (1953–1955)
- Menteri Kesejahteraan Sosial (1960–1962)
- Wakil Menteri Pertama/Koordinator Kesejahteraan Rakyat (1962–1963)
- Menteri Koordinator Kompartemen Kesejahteraan (1963–1964)
- Menteri Koordinator Kesejahteraan (1964–1966)
- Menteri Utama bidang Kesejahteraan Rakyat (1966–1968)
- Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (1968–1971)
- Menteri Negara Kesejahteraan Rakyat (1973–1978)
- Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (1978–1999)
- Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (1999–2000)
- Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (2001–2014)
- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (2014–sekarang)
Jabatan menteri yang belum berganti nama sejak kemerdekaan
Hanya jabatan yang selalu ada sejak Kabinet Presidensial
Pejabat di kabinet merangkap jabatan
Jabatan yang tidak termasuk dalam daftar ini:
- Jabatan ad-interim atau pelaksana tugas;
- Jabatan di luar pemerintahan seperti di organisasi dan partai politik.
Kepala negara/wakil kepala negara/kepala pemerintahan yang merangkap jabatan
- Sutan Sjahrir, Perdana Menteri (1945–1947) merangkap:
- Menteri Dalam Negeri (1945–1947)
- Menteri Luar Negeri (1945–1946)
- Amir Sjarifuddin, Perdana Menteri (1947–1948) merangkap:
- Menteri Pertahanan (1947–1948)
- Adnan Kapau Gani, Wakil Perdana Menteri (1947–1948)merangkap
- Menteri Kemakmuran (1947–1948)
- Mohammad Hatta, Wakil Presiden (1945–1956) merangkap:
- Perdana Menteri (1948–1950)
- Menteri Pertahanan (1947–1948)
- Menteri Luar Negeri (1949–1950)
- Ketua Panitia Pemikir Siasat Ekonomi (1947–1952)
- Susanto Tirtoprodjo, Penjabat Perdana Menteri (1949–1950)
- Menteri Dalam Negeri (1949–1950)
- Menteri Kehakiman (1949–1950)
- Soewirjo, Wakil Perdana Menteri (1951–1952) merangkap:
- Wali Kota Jakarta (1950–1951)
- Burhanuddin Harahap, Perdana Menteri (1955–1956) merangkap:
- Menteri Pertahanan (1955–1956)
- Ali Sastroamidjojo, Perdana Menteri (1956–1957, periode II) merangkap:
- Menteri Pertahanan (1956–1957)
- Djuanda Kartawidjaja, Perdana Menteri (1957–1959) merangkap:
- Menteri Pertahanan (1957–1959)
- Soekarno, Presiden (1945–1967) merangkap:
- Perdana Menteri (1959–1966)
- Soebandrio, Wakil Perdana Menteri I (1964–1966) merangkap:
- Menteri Luar Negeri
- Johannes Leimena, Wakil Perdana Menteri II (1957–1966) merangkap:
- Menteri Distribusi (1959–1963)
- Menteri Koordinator Kompartimen Distribusi (1963–1966)
- Menteri Perguruan Tinggi & Ilmu Pengetahuan (1966)
- Chairul Saleh, Wakil Perdana Menteri III (1963–1966) merangkap:
- Menteri Koordinator Kompartimen Pembangunan (1963–1966)
- Menteri Perindustrian Dasar dan Pertambangan (1960–1964)
- Ketua MPRS (1960–1966)
- Notohamiprodjo, Wakil Menteri Pertama Urusan Keuangan (1962–1963)
- Menteri Urusan Pendapatan, Pembiayaan dan Pengawasan (1962–1963)
- Soeharto
- Ketua Presidium Kabinet (1966–1967) merangkap:
- Menteri Pertahanan (1966–1967)
- Pejabat Presiden (1967)
- Pejabat Presiden (1967–1968)
- Menteri Pertahanan (1967–1968)
- Presiden (1968–1998)
- Menteri Pertahanan (1968–1971)
- Panglima ABRI (1968–1973)
- Ketua Presidium Kabinet (1966–1967) merangkap:
- Hamengkubuwana IX
- Wakil Perdana Menteri (1950–1951); Wakil Perdana Menteri IV (1966)
- Gubernur DI Yogyakarta (1950–1988)
- Menteri Pariwisata (1966)
- Wakil Presiden (1973–1978) merangkap:
- Gubernur DI Yogyakarta (1950–1988)
- Wakil Perdana Menteri (1950–1951); Wakil Perdana Menteri IV (1966)
Menteri yang merangkap jabatan
- Hamengkubuwana IX, pada saat menjabat sebagai Menteri Negara (1946–1948); Menteri Pertahanan (1948–1950; 1952–1953); Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri Indonesia (1966–1973), ia merangkap sebagai:
- Gubernur DI Yogyakarta (1950–1988)
- IJ Kasimo, Menteri Kemakmuran (1949–1950) merangkap:
- Menteri Persediaan Makanan Rakyat (1949–1950)
- Djuanda Kartawidjaja, Menteri Perhubungan (1950–1953) merangkap:
- Ketua Dewan Perancang Negara (1952–1956)
- Mohammad Yamin, Menteri Sosial dan Kebudayaan (1959); Menteri Inti Urusan Khusus (1959–1960) merangkap:
- Ketua Dewan Perancangan Nasional (1958–1962)
- Soemarno, Menteri Koordinator Kompartimen Keuangan (1963–1966) merangkap:
- Menteri Urusan Pendapatan, Pembiayaan dan Pengawasan (1963–1964)
- Ruslan Abdulgani, Menteri Koordinator Kompartimen Perhubungan Dengan Rakyat (1963–1964) merangkap:
- Menteri Penerangan (1963–1964)
- Sadjarwo Djarwonagoro, Menteri Koordinator Kompartimen Pembangunan Pertanian dan Agraria (1963–1966) merangkap:
- Menteri Pertanian (1962–1966)
- Soemarno Sosroatmodjo, Menteri Dalam Negeri (1964–1966) merangkap:
- Gubernur DKI Jakarta (1965–1966)
- Maraden Panggabean, Menteri Pertahanan dan Keamanan (1971–1978)
- Wakil Panglima ABRI (1971–1973)
- Panglima ABRI (1973–1978)
- M. Jusuf, Menteri Pertahanan dan Keamanan (1978–1983)
- Panglima ABRI (1978–1983)
- Suwardjono Surjaningrat, Menteri Kesehatan (1978–1988) merangkap:
- Kepala BKKBN (1970–1983)
- Supardjo Rustam, Menteri Dalam Negeri (1983–1988)
- Gubernur Jawa Tengah (1975–1983)
- Edi Sudrajat, Menteri Pertahanan dan Keamanan (1993–1998)
- Kepala Staf TNI Angkatan Darat (1988–1993)
- Panglima ABRI (1993)
- Wiranto, Menteri Pertahanan dan Keamanan (1998–1999)
- Panglima ABRI (1998–1999)
- Marzuki Usman, Menteri Negara Pariwisata, Seni, dan Budaya (1998–1999) merangkap:
- Menteri Negara Investasi (1999)
- Khofifah Indar Parawansa, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (1999–2001) merangkap:
- Kepala BKKBN (2000–2001)
- Agum Gumelar, Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan (2001) merangkap:
- Menteri Pertahanan (2001)
- Freddy Numberi, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (1999–2000) merangkap:
- Gubernur Irian Jaya/Papua (1998–2000)
- Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan (2011–2014) merangkap:
- Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (2009–2012)
- Muhammad Chatib Basri, Menteri Keuangan (2013–2014) merangkap:
- Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (2012–2013)
- Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (2010–2014)
- Chairul Tandjung, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (2014), merangkap:
- Ketua Komite Ekonomi Nasional (2010–2014)
- Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM (2024–sekarang), merangkap:
- CEO Danantara (2025–sekarang)
- Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (2025–sekarang) merangkap:
- Kepala Badan Industri Mineral (2025–sekarang)
- Amran Sulaiman, Menteri Pertanian (2024–sekarang)
- Kepala Badan Pangan Nasional (2025–sekarang)
Wakil Menteri yang merangkap jabatan
- Didit Herdiawan Ashaf, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (2024–sekarang)
- Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (2025–sekarang)
- Angga Raka Prabowo, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (2024–sekarang)
- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (2025–2026)
Lembaga Pemerintah Nonkementerian yang bersatu dengan kementerian
- Menteri Urusan Bank Sentral/Gubernur Bank Indonesia
- Jusuf Muda Dalam (1964–1966)
- Radius Prawiro (1966)[b]
- Menteri Kehakiman/Ketua Mahkamah Agung
- Wirjono Prodjodikoro (1966)[c]
- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
- Soeharto Sastrosoeyoso (1963–1966)
- Widjojo Nitisastro (1971–1973)
- J.B. Sumarlin (1983–1998)
- Saleh Afiff (1988–1993)
- Ginandjar Kartasasmita (1993–1998)
- Boediono (1998–1999)
- Kwik Kian Gie (2001–2004)
- Sri Mulyani (2004–2005)
- Paskah Suzetta (2005–2009)
- Armida Alisjahbana (2009–2014)
- Andrinof Chaniago (2014–2015)
- Sofyan Djalil (2015–2016)
- Bambang Brodjonegoro (2016–2019)
- Suharso Monoarfa (2019–2024)
- Rachmat Pambudy (2024–sekarang)
- Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (1973–1983; 1998)
- Widjojo Nitisastro (1973–1983)
- Ginandjar Kartasasmita (1998)
- Menteri Negara Riset dan Teknologi/Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
- B. J. Habibie (1978–1998)
- Rahardi Ramelan (1998)
- Zuhal (1998–1999)
- Muhammad A. S. Hikam (1999–2001)
- Hatta Rajasa (2001–2004)
- Kusmayanto Kadiman (2004–2006)[d]
- Menteri Negara Riset dan Teknologi/Kepala Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS)
- B. J. Habibie (1989–1997)
- Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) (2019–2021)
- Bambang Brodjonegoro (2019–2021)
- Menteri Negara Urusan Pangan/Kepala Badan Urusan Logistik
- Ibrahim Hasan (1993–1995)[e]
- Menteri Negara Urusan Pangan/Kepala Badan Urusan Logistik
- Rahardi Ramelan (1998–1999)
- Jusuf Kalla (1999–2000)
- Menteri Negara Kependudukan/Kepala BKKBN dijabat oleh:
- Haryono Suyono (1993–1998)
- Ida Bagus Oka (1998–1999)
- Wihaji (2024–sekarang)
- Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal
- Sanyoto Sastrowardoyo (1993–1998)
- Hamzah Haz (1998–1999)
- Marzuki Usman (1999)
- Bahlil Lahadalia (2021–2024)[f]
- Rosan Roeslani (2024–sekarang)
- Menteri Agraria & Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional
- Soni Harsono (1993–1998)
- Ary Mardjono (1998)
- Hasan Basri Durin (1998–1999)
- Ferry Mursyidan Baldan (2014–2016)
- Sofyan Djalil (2016–2022)
- Hadi Tjahjanto (2022–2024)
- Agus Harimurti Yudhoyono (2024)
- Nusron Wahid (2024–sekarang)
- Menteri Negara Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan
- Emil Salim (1990–1993)
- Sarwono Kusumaatmadja (1993–1998)
- Juwono Sudarsono (1998)
- Panangian Siregar (1998–1999)
- Alexander Sonny Keraf (1999–2001)
- Nabiel Makarim (2001–2002)
- Menteri Negara Pendayagunaan BUMN/Kepala Badan Pengelola BUMN
- Tanri Abeng (1998–1999)
- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- Wishnutama (2019–2020)
- Sandiaga Uno (2020–2024)
- Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif
- Teuku Riefky Harsya (2024–sekarang)
- Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
- Abdul Kadir Karding (2024–2025)
- Mukhtarudin (2025–sekarang)
- Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
- Hanif Faisol Nurofiq (2024–2026)
- Jumhur Hidayat (2026-sekarang)
Jabatan ex-officio di Lembaga Nonstuktural
Daftar yang ditunjukkan hanya ketua/kepala, ketua dewan pengarah, ketua harian:
- Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
- Ketua Badan Koordinasi Keamanan Laut (2005–2014)
- Ketua Dewan Pengarah Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (2005–2009)
- Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (2010–2025)
- Ketua Komisi Kepolisian Nasional (2011–sekarang)
- Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (2011–sekarang)
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
- Kepala Badan Pengembangan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (1996–2014)
- Ketua Tim Pinjaman Komersial Luar Negeri (1999–2020)
- Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (1999–2020)
- Ketua Tim Restrukturisasi dan Rehabilitasi PT PLN (1999–2020)
- Ketua Tim Koordinasi Peningkatan Kelancaran Arus Barang Ekspor dan Impor (2002–2020)
- Ketua Komite Nasional Persiapan Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (2014–2020)
- Ketua Komite Antar Departemen Bidang Kehutanan (2000–2014)
- Ketua Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur (2001–2014)
- Ketua Komite Privatisasi Perusahaan Perseroan (2005–sekarang)
- Ketua Komite Pengarah Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Pulau Batam, Pulau Bintan, dan Pulau Karimun (2006–2016)
- Ketua Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan (2006–2020)
- Ketua Dewan Pengarah Badan Pengembangan Wilayah Surabaya–Madura (2008–2020)
- Ketua Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (2009–sekarang)
- Kepala Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (2009–2016)
- Ketua Tim Pengarah Tim Transparansi Industri Ekstraktif (2010–2020)
- Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (2014–sekarang)
- Ketua Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (2015–sekarang)
- Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (2016–sekarang)
- Ketua Komite Pengarah Road Map e-Commerce (2017–2020)
- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
- Ketua Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis (2011–2016)
- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
- Ketua Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (2018–2024)
- Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (2020–2023)
- Ketua Dewan Sumber Daya Air Nasional (2022–2024)
- Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (2021–2024)
- Ketua Tim Penyelamatan Danau Prioritas Nasional (2021–2024)
- Menteri Agama
- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
- Kepala Badan Pertimbangan Kepegawaian (2011–2021)
- Kepala Badan Pertimbangan Aparatur Sipil Negara (2021–sekarang)
- Menteri Agraria dan Tata Ruang
- Ketua Komite Badan Bank Tanah (2021–sekarang)
- Menteri Dalam Negeri
- Ketua Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (1975–2015)
- Ketua Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi (2006–2016)
- Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (2010–sekarang)
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
- Ketua Badan Koordinasi Energi Nasional (1980–2008)
- Ketua Harian Dewan Energi Nasional (2007–sekarang)
- Menteri Ketenagakerjaan
- Ketua Lembaga Kerja Sama Tripartit (2003–sekarang)
- Ketua Lembaga Produktivitas Nasional (2005–sekarang)
- Menteri Keuangan
- Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (2016–sekarang)
- Menteri Pekerjaan Umum
- Ketua Dewan Pengarah Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (2007–2014)
- Ketua Pelaksana Harian Badan Pengembangan Wilayah Surabaya–Madura (2008–2014)
- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan
- Ketua Harian Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan (2014–2020)
- Ketua Dewan Pengarah Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (2014–2017)
- Ketua Pelaksana Harian Badan Pengembangan Wilayah Surabaya–Madura (2014–2020)
- Ketua Komite Tabungan Perumahan Rakyat (2016–2024)
- Ketua Badan Percepatan Penyelenggaraan Perumahan (2023–2024)
- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman
- Ketua Harian Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan (2006–2014)
- Ketua Komite Tabungan Perumahan Rakyat (2024–sekarang)
- Ketua Badan Percepatan Penyelenggaraan Perumahan (2024–sekarang)
- Menteri Perindustrian
- Ketua Otoritas Nasional Senjata Kimia (2017–sekarang)
- Menteri Luar Negeri
- Ketua Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (2011–sekarang)
- Menteri Perindustrian dan Perdagangan
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
- Ketua Harian Dewan Buku Nasional
- Menteri Perdagangan
- Menteri Pertanian
- Ketua Harian Dewan Ketahanan Pangan (2001–2020)
- Menteri Pariwisata
- Ketua Badan Pertimbangan Telekomunikasi (1989–1999)
- Menteri Komunikasi dan Digital
- Ketua Badan Pertimbangan Telekomunikasi (2001–2020)
Menteri yang merangkap jabatan sebagai rektor
- Roeslan Abdulgani, Menteri Penerangan (1963–1964), Wakil Perdana Menteri (1966)
- Rektor IKIP Bandung (1964–1966)
- Mohammad Farid Ma'ruf, Menteri Urusan Haji (1963–1966)
- Rektor IKIP Muhammadiyah Yogyakarta (1960–1972)
- Thojib Hadiwidjaja, Menteri Perkebunan (1967–1968), Menteri Pertanian (1968–1978)
- Rektor Institut Pertanian Bogor (1966–1971)
- Soemantri Brodjonegoro, Menteri Pertambangan (1967–1973); Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1973)
- Rektor Universitas Indonesia (1964–1973)
- Nugroho Notosusanto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1983–1985)
- Rektor Universitas Indonesia (1982–1985)
- Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (2014–2016)
- Rektor Universitas Paramadina (2007–2015)
- Pratikno, Menteri Sekretaris Negara (2014–2024)[g]
- Rektor Universitas Gadjah Mada (2012–2014)
Menteri yang merangkap jabatan sebagai Duta Besar
- Syarief Thayeb, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1974–1978)[h]
- Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (1971–1974)
- Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri (2014–2024)
- Duta Besar RI untuk Belanda (2011–2015)
Lain-lain
Lambang kementerian/departemen yang belum pernah diganti
Daftar yang dicantumkan hanyalah kementerian/departemen yang masih ada sampai sekarang (dengan umur lambang/logo lebih dari 20 tahun)
| Lambang | Kementerian | Tanggal Dasar hukum |
|---|---|---|
| Kementerian Pekerjaan Umum[i] | 10 November 1966 Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 150/A/KPTS/1066[18] | |
| Kementerian Keuangan | 12 September 1970 Keputusan Menteri Keuangan Nomor KEP-579/MK/6/9/1970[19] | |
| Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah[j] | 6 September 1977 Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0398/M/1977[20] |
Catatan
- 1 2 Per 6 Juni 2026
- ↑ Radius Prawiro masih menjadi Gubernur Bank Indonesia, usai dilepaskannya jabatan Menteri Urusan Bank Sentral pada tahun Juli 1966
- ↑ Wirjono Prodjodikoro sebelumnya sudah menjabat sebagai Ketua MA dari 1952 hingga 1966
- ↑ Kusmayanto Kadiman masih menjadi Menteri Riset dan Teknologi hingga 20 Oktober 2009, setelah posisinya sebagai Kepala BPPT diganti pada tahun 2006
- ↑ Ibrahim Hasan masih bestatus Menteri Negara Urusan Pangan hingga 1998, selepas posisinya sebagai Kepala Bulog diganti pada tahun 1995
- ↑ Bahlil telah menjadi Kepala BKPM dari 2019 sebelum diangkat menjadi Menteri Investasi pada tahun 2021
- ↑ Jabatan Rektor UGM hingga 24 November 2014, menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara dari 27 Oktober 2014
- ↑ Syarief Thayeb dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 22 Januari 1974, pada saat itu masih berstatus sebagai Dubes RI untuk Amerika Serikat hingga 12 April 1974
- ↑ Sebelumnya bernama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (2014–2024)
- ↑ Sebelumnya bernama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2021–2024)
Referensi
- ↑ "Profil Pejabat Menteri: Juwono Sudarsono". Kepustakaan Presiden Republik Indonesia. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Diakses tanggal 6 Februari 2021.
- ↑ "Profil Pejabat Menteri: Wiranto". Kepustakaan Presiden Republik Indonesia. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Diakses tanggal 6 Februari 2021.
- ↑ "Biografi Yusril Ihza Mahendra". Biografi.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-25. Diakses tanggal 6 Februari 2021.
- ↑ "Profil Menteri-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Boediono". Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Diakses tanggal 6 Februari 2021.
- ↑ "Profil Pejabat Menteri: Purnomo Yusgiantoro". Kepustakaan Presiden Republik Indonesia. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Diakses tanggal 6 Februari 2021.
- ↑ "Profil Pejabat Menteri: Agung Laksono". Kepustakaan Presiden Republik Indonesia. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Diakses tanggal 6 Februari 2021.
- ↑ Ikhwanul Khabibi (15 Agustus 2016). "Cuma 20 Hari, Arcandra Tahar Menteri dengan Masa Kerja Terpendek dalam Sejarah". Detik.com. Diakses tanggal 10 Februari 2021.
- ↑ Firdausi, Fadrik Aziz (18 Maret 2019). "Ketika Soeharto Menangkapi Menteri-Menteri Loyalis Soekarno". Tirto.id. Diakses tanggal 10 Februari 2021.
- ↑ "Mahfud Md Jadi Mendagri Ad Interim, Ada Apa dengan Tito?". Detik.com. 28 Agustus 2020. Diakses tanggal 28 Agustus 2020.
- ↑ M. Julnis Firmansyah (24 Juni 2022). Eko Ari Wibowo (ed.). "Tjahjo Kumolo Masuk Rumah Sakit, Mahfud MD Jadi Menpan RB Ad Interim". Tempo.co. Diakses tanggal 24 Juni 2022.
- ↑ "Mahfud Md Ditunjuk Menjadi Plt. Menteri PANRB". Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. 15 Juli 2022. Diakses tanggal 16 Juli 2022.
- ↑ Dian Erika Nugraheny (19 Mei 2023). Dani Prabowo (ed.). "Jokowi Tunjuk Mahfud MD Jadi Plt Menkominfo". Kompas.com. Diakses tanggal 19 Mei 2023.
- ↑ "Profil Meutia Farida Hatta". Tirto.id. Diakses tanggal 7 Agustus 2025.
- ↑ Matanasi, Petrik (20 Desember 2016). "Pengikut Kristus untuk Kemerdekaan Indonesia". Tirto.id. Diakses tanggal 7 Agustus 2025.
- ↑ Setiawan, Andri (20 Desember 2019). "Tjokroaminoto Jadi Hanoman". Historia.id. Diakses tanggal 7 Agustus 2025.
- ↑ Hayashi, Rinjani Meisa; Pratama, Rizki Baiquni, ed. (24 Juli 2024). "Kisah Pelantikan Tutut sebagai Mensos dan Lengsernya Soeharto". KumparanNews. Diakses tanggal 7 Agustus 2025.
- ↑ Muallifa, Rizka Nur Laily. "Profil Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu yang Ternyata Menantu Try Sutrisno". Liputan6.com. Diakses tanggal 7 Agustus 2025.
- ↑ 50 tahun Departemen Pekerjaan Umum. Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia. 1995. hlm. 366. Diakses tanggal 6 November 2024.
- ↑ "Organisasi Kementerian Keuangan - Dari Masa Ke Masa" (PDF). Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Januari 2020. Diakses tanggal 6 November 2024.
- ↑ "Sejarah dan Arti Tut Wuri Handayani, Semboyan Ki Hajar Dewantara". Detik.com. 1 Mei 2024. Diakses tanggal 6 November 2024.





