Gerakan reformasi di Malaysia dilancarkan oleh Anwar Ibrahim dan pendukungnya setelah ia dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Perdana Menteri pada tahun 1998. Gerakan ini meliputi demonstrasi besar-besaran untuk menentang pemerintahan koalisi Barisan Nasional, yang berlanjut hingga Anwar ditahan lalu dipenjarakan pada tahun 1998.