Neorealisme defensif adalah teori struktural yang diambil dari aliran realisme dalam teori hubungan internasional. Neorealisme defensif berakar dari Theory of International Politics karya Kenneth Waltz. Waltz berpendapat bahwa struktur sistem internasional yang anarkis mendorong negara untuk mempertahankan kebijakan moderat dan isolasionis demi menciptakan keamanan.[1] Sebaliknya, realisme ofensif berpendapat bahwa negara ingin memaksimalkan kekuasaan dan pengaruhnya demi meraih keamanan melalui dominasi dan hegemoni.[2] Neorealisme defensif menyatakan bahwa perluasan agresif a la neorealis ofensif mengubah kecenderungan negara untuk mematuhi teori keseimbangan kekuasaan, lantas mengurangi nilai tujuan utama negara, yaitu menjamin keamanan nasionalnya.[3] Meski realisme defensif tidak membantah adanya konflik antarnegara atau ketiadaan pemicu perluasan negara, realisme defensif menyatakan bahwa pemicu tersebut bersifat sporadis, tidak endemis. Neorealisme defensif condong ke "pengubah struktur" seperti dilema keamanan dan geografi, serta kepercayaan dan persepsi kaum elit, untuk menjelaskan konflik.[4] Pemikiran Neorealisme Defensif ini selaras dengan imaji ketiga pemikiran Kenneth Waltz, yakni struktur Internasional. Berbeda dengan realisme yang menganggap bahwa hubungan antar negara selalu berada dalam kondisi konflik dan berniat untuk mengubah sistem internasional, Neorealisme defensive percaya bahwa ada banyak negara yang sudah cukup puas dengan status quo dan ingin mempertahankannya.[5]
Catatan kaki
↑Waltz, Kenneth N. Theory of International Politics. New York: McGraw Hill (1979)
↑Mearsheimer, John J., The Tragedy of Great Power Politics New York: W.W. Norton (2001)
↑Layne, C, “The Unipolar Illusion: Why New Great Powers Will Rise International Studies Review 5 (2003) 303-324
↑Taliaferro, Jeffery W., "Security Seeking Under Anarchy: Defensive Realism Revisited" International Security 25:3 (2000/01): 128-161