Rawa Lakbok adalah nama sebuah rawa yang berada di kawasan Lakbok, Ciamis, Ciamis, dekat Banjar, Jawa Barat, pada koordinat 7°24' LS, 108°31' BT. Rawa Lakbok merupakan rawa gambut, dengan luas mencapai 3000 hektare, mungkin merupakan rawa terluas di Indonesia di antara rawa sejenis, dengan kedalaman antara 6 hingga 10 meter. Reklamasi Rawa Lakbok telah dibuat sejak tahun 1924.
Rawa Lakbok pada masa lalu ditumbuhi beragam spesies rumput yang kini sudah terhitung langka di Pulau Jawa, seperti Ficus retusa, Elaeocarpus littoralis, Nephralepis radicans, Scirpodendron ghaeni, Flascopa scand ens, Stenochlaena palustris, dan Licuala sp.
Sejarah dan Legenda
Rawa Lakbok dalam tradisi Sunda dipercaya dijaga oleh Onom, Raja Siluman atau Raja Jin yang menguasai Pulo Majeti.[1] Rawa ini menjadi latar utama dalam naskah Kidung Lakbok karya Ranadjangga Matim tahun 1956, yang mengisahkan tentang kerajaan Onom dan tragedi yang menyirnakan kerajaan Pulo Majeti.[2]
Budaya
Pemerintah Kota Banjar mengadakan upacara Hajat Bumi setiap 5 tahun sebagai bentuk syukur atas hasil bumi di kawasan ini.[3]