Ratu Mayangkara (lahir pada 6 Desember 1993; juga akrab dipanggil Maya)[1] adalah seekor kuda pacu betina asal Indonesia. Kemenangan utamanya meliputi Indonesia Derby dan Pertiwi Cup pada tahun 1997.
Latar belakang
Ratu Mayangkara adalah seekor kuda berwarna jragem, lahir pada tanggal 6 Desember 1993. Ayahnya adalah Sabeil, anak dari Sir Tristram, sedangkan ibunya adalah Ratu Mandura, anak dari John Splendid.[2]
Ketika Maya berusia 1 tahun, pemilik pertamanya awalnya ingin menjualnya kepada seorang pemilik kuda bernama Pak Iwan Lie, tetapi Pak Iwan menolaknya karena silsilah Maya sendiri tergolong biasa saja. Maya akhirnya dibeli oleh seorang pemilik kuda dari Jawa Tengah, namun bagi Pak Iwan Lie, setelah melihat kuda itu lagi, Maya tampak telah diabaikan. Pemilik pertamanya menawarkan agar Pak Iwan Lie mengambil Maya. Melihat kondisi Maya yang terabaikan, Pak Iwan akhirnya setuju untuk mengambilnya. Namun, setelah dibeli, tidak ada pelatih yang bersedia melatihnya. Akhirnya, Bapak Wahono dengan senang hati setuju untuk melatih Maya. Maya berpartisipasi dalam balapan pertamanya di kategori Novice A/B pada tahun 1996, namun setelah balapan tersebut, ia mengalami cedera yang memaksanya beristirahat selama enam bulan. Setelah pulih, Maya dilatih kembali untuk persiapan Derby 1997. Selama babak kualifikasi, Ratu Mayangkara memulai balapan dari posisi belakang. Maya menyalip lawan-lawannya satu per satu hingga akhirnya memenangkan balapan kualifikasi. Selama Derby Indonesia, Ratu Mayangkara langsung melesat ke depan dan menang, meninggalkan lawan-lawannya lima panjang di belakang. Setelah Derby Indonesia, Ratu Mayangkara pensiun sebagai kuda betina pembiak. Maya juga memiliki kuda pacu legendaris Eclipse dalam silsilahnya melalui Sir Ivor.
Karier pacu
Ratu Mayangkara memulai debutnya di kelas pemula A/B pada tahun 1996. Namun, setelah balapan tersebut, ia mengalami cedera yang memaksanya untuk beristirahat selama enam bulan. Setelah pulih, Maya kembali dilatih untuk mempersiapkan diri menghadapi Derby 1997, dan kemudian ia memenangkan Indonesia Derby (1997) dengan selisih lima panjang dari para pesaingnya.[3]