Rasisme di Britania RayaKarikatur oleh George Cruikshank yang menggambarkan pesta makan malam pada tahun 1819 yang diadakan oleh kaum abolisionis digambarkan orang kulit hitam sebagai pemabuk, agresif dan melakukan seks bebas.
Penggunaan kata "rasisme" menjadi lebih tersebar luas setelah tahun 1936, meskipun istilah "kebencian ras" sudah terlebih dahulu digunakan pada akhir tahun 1920-an oleh ahli sosiologi Frederick Hertz. Berbagai undang-undang disahkan pada tahun 1960-an yang mengandung larangan segregasi ras.[6]
Tingkatan perilaku rasis telah menurun pada beberapa dekade terakhir, meskipun kelemahan struktural masih ada dan insiden kebencian terus berlanjut. Studi-studi yang dipublikasikan pada tahun 2014 dan 2015 menunjukkan perilaku rasis sedang dalam masa peningkatan di Britania Raya, dengan lebih dari sepertiga responden merasa mereka dipandang buruk berdasarkan ras.[7] Namun, berdasarkan survei Uni Eropa tahun 2019, prevalensi dugaan pelecehan rasial terhadap individu keturunan Afrika di Britania Raya termasuk yang terendah kedua di antara 12 negara-negara Eropa Barat yang disurvei.[8]