Pemandangan dari arah puncak G Lamongan ke lereng barat, terlihat samar-samar Ranu Pakis (tengah) dan Ranu Klakah (tengah kanan)Salah satu keramba jaring apung di Ranu Pakis
Gunung Lamongan dikelilingi oleh sekitar 29 buah cekungan maar (danau kawah) dan 39 kerucut sinder, yang merupakan hasil letusan parasitik gunung tersebut di masa lampau, yang kemudian membentuk apa yang disebut sebagai Bentang Vulkanik Lamongan (LVF, Lamongan Volcanic Field).[2][3] Sebanyak 13 buah dari antara cekungan kawah itu kini terisi air membentuk danau-danau kawah,[4] di antaranya adalah Ranu Pakis, Ranu Klakah, dan Ranu Bedali di sisi barat gunung; Ranu Lading dan Ranu Logung di sisi selatan; serta Ranu Agung, Ranu Segaran, Ranu Segaran Duwas, Ranu Segaran Merah, dan beberapa yang lain di sebelah timur hingga timur laut LVF.[2] Garis tengah Ranu Pakis berkisar antara 710 hingga 800 m, sementara ketinggian muka air danau ada di sekitar 225 m dpl.[2]
Pemanfaatan
Saat ini perairan Ranu Pakis dimanfaatkan oleh warga setempat untuk memelihara ikan nila dan mujair dalam keramba-keramba jaring apung. Sementara airnya juga digunakan untuk irigasi persawahan di wilayah utara Lumajang.
Meskipun tidak seramai di Ranu Klakah dan Ranu Bedali, wisatawan juga sering mampir di Ranu Pakis. Akan tetapi potensi wisata danau ini belum digarap dengan serius, sehingga tidak tersedia fasilitas wisata kecuali adanya warung-warung yang menjual minuman dan makanan kecil serta beberapa kios penjual ikan danau.
1234Carn, SA (2000). "The Lamongan volcanic field, East Java, Indonesia: physical volcanology, historic activity and hazards." Journal of Volcanology and Geothermal Research, Vol 95, Issues 1–4, January 2000, pp 81-108. DOI: https://doi.org/10.1016/S0377-0273(99)00114-6
↑Gurusinga, MA, T Ohba, A Harijoko, & T Hoshide (2023). "Characteristics of ash particles from the maar complex of Lamongan Volcanic Field (LVF), East Java, Indonesia: How textural features and magma composition control ash morphology." Volcanica, Vol 6 (2): 415–436, Nov 15, 2023. DOI: https://doi.org/10.30909/vol.06.02.415436
↑Matahelumual, J (1990). "Gunung Lamongan." Berita Berkala Vulkanologi, Edisi Khusus No. 125.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Ranu Pakis.