Raja udang warna-warni[2](Ceryle rudis) atau adalah burung cekakak air yang tersebar luas di Afrika dan Asia. Pertama kali dideskripsikan oleh Carolus Linnaeus pada 1758, spesies ini memiliki lima subspesies yang diakui. Ciri khasnya termasuk bulu dan puncak berwarna hitam-putih serta kebiasaan melayang di atas perairan jernih sebelum menyelam untuk menangkap ikan. Jantan memiliki pita ganda di dada, sementara betina memiliki pita tunggal yang terputus. Burung ini biasanya terlihat berpasangan atau dalam kelompok keluarga kecil, dan saat bertengger sering menggelengkan kepala serta menjentikkan ekornya. Burung ini terutama memakan ikan, meskipun kadang juga menangkap krustasea dan serangga air besar seperti larva capung. Biasanya, ia berburu dengan cara melayang di atas permukaan air untuk mencari mangsa, kemudian menyelam secara vertikal untuk menangkap ikan. Saat tidak sedang mencari makan, burung ini terbang dengan cepat dan lurus, dengan kecepatan yang pernah diamati mendekati 50 km/jam. Di Danau Victoria, Afrika Timur, pengenalan kerakap nil menurunkan ketersediaan ikan siklid afrika timur, yang sebelumnya menjadi mangsa favorit burung ini.[3][4][5]
Deskripsi
Burung ini berukuran sedang, dengan panjang sekitar 25 cm, berwarna putih dengan topeng hitam, bulu supersilium putih, dan pita dada hitam. Puncak kepala rapi dan bagian atas tubuh berpalang hitam. Beberapa subspesies dikenali dalam persebaran luasnya. Ras nominatif terdapat di Afrika sub-Sahara hingga Asia Barat. Subspesies syriacus merupakan burung utara yang lebih besar tetapi mirip dengan subspesies nominatif, sesuai aturan Bergmann. Subspesies leucomelanura ditemukan dari timur Afghanistan hingga India, Thailand, dan Asia Tenggara. Subspesies travancoreensis dari Ghats Barat lebih gelap dengan area putih yang lebih sedikit, sedangkan subspesies C. r. insignis dari Hainan dan Cina tenggara memiliki paruh yang jauh lebih besar. Jantan menampilkan pita dada kedua yang sempit, sementara betina memiliki pita dada tunggal yang terputus.[6][7][8]
Persebaran
Burung ini umum dijumpai di seluruh Afrika sub-Sahara dan Asia selatan, mulai dari Turki hingga India dan Tiongkok. Sebagian besar populasi bersifat menetap, meskipun terdapat pergerakan musiman jarak pendek. Di India, burung ini banyak ditemukan di dataran, sedangkan di perbukitan tinggi Himalaya digantikan oleh cekakak jambul (Megaceryle lugubris).[9]Ceryle rudis diperkirakan termasuk salah satu dari tiga jenis cekakak paling banyak di dunia, bersama dengan raja udang eurasia (Alcedo atthis) dan cekakak sungai (Todiramphus chloris). Burung ini bersuara nyaring sehingga mudah dikenali.[10]
↑Rasmussen, P. C.; Anderton, J. C. (2005). Birds of South Asia: The Ripley Guide. Vol.2. Smithsonian Institution & Lynx Edicions. hlm.266–267. ISBN978-84-96553-85-9.