Raja Haji Fisabilillah dihargai oleh Indonesia dan Malaysia. Ia dianugerahi gelar pahlawannasionalIndonesia, dan namanya diabadikan untuk bandar udara di Tanjung Pinang. Sementara di Malaysia, kisahnya menjadi bagian dari sejarah Malaysia dan Johor, serta namanya juga diabadikan untuk sebuah masjid di Cyberjaya, Selangor.
Riwayat perjuangan
Raja Haji Fisabililah atau dikenal juga sebagai Raja Haji marhum Teluk Ketapang adalah (Raja) Yang Dipertuan MudaRiau-Lingga-Johor-Pahang IV. Ia terkenal dalam melawan pemerintahan Belanda dan berhasil membangun pulau Biram Dewa di sungai Riau Lama. Karena keberaniannya, Raja Haji Fisabililah juga dijuluki (dipanggil) sebagai Pangeran Sutawijaya di Jambi. Ia gugur pada saat melakukan penyerangan pangkalan maritim Belanda di Teluk Ketapang (Melaka) pada tahun 1784. Jenazahnya dipindahkan dari makam di Melaka (Malaysia) ke Pulau Penyengat oleh Raja Ja'afar (putra mahkotanya pada saat memerintah sebagai Yang Dipertuan Muda) Kesultanan Riau Lingga. makamnya di Pulau Penyengat Inderasakti, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, masih terpelihara hingga sekarang.