Raedu Basha nama pena dari Badrus Shaleh. "Raedu" adalah nama panggilan kecilnya di Pulau Madura. Mendapatkan pendidikan antara lain di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, juga di Institute of Arabic Manuscripts, Arab League University, Cairo, Mesir. Kekhasan karyanya ditunjukkan dari upaya mengeksplorasi lokalitas dunia pesantren, pedesaan, dan pinggiran Indonesia, ke dalam karya sastra dan etnografi.[4][5][6][7][8][9] beberapa bukunya yang cukup dikenal publik ialah Hadrah Kiai (2017) dan Sastrawan Santri: Etnografi Sastra Pesantren (2020). Raedu diberi anugerah Santri of The Year 2022 Kategori Santri Inspiratif Bidang Seni dan Budaya di Gedung Nusantara DPR-MPR RI.[10] Pernah sebagai pengurus Lesbumi Jawa Timur, membawa agenda Muktamar Sastra 2018 dan Simposium Sastra Pesantren 2022 yang merumuskan sastra pesantren. Harian Kompas memprofilkannya di rubrik "sosok" edisi 5 Juli 2024 sebagai pemupuk literasi melalui batik kitab-kitab manuskrip peninggalan leluhur desa. Tinggal di Billapora, Sumenep.[11]
Buku Karya Raedu Basha
Matapangara (kumpulan sajak, Ganding Pustaka, Yogyakarta, 2014)
Hadrah Kiai (kumpulan sajak, Ganding Pustaka, Yogyakarta, 2017)