Radioaktivitas lingkunganRadioaktivitas lingkungan
Radioaktivitas lingkungan adalah keberadaan dan proses penyebaran radioaktif (radionuklida) di lingkungan hidup, yaitu tanah, air, udara, sedimen, dan biota baik yang berasal dari sumber alami maupun buatan manusia, serta dampaknya terhadap kesehatan manusia, ekosistem, dan keselamatan lingkungan.[1]
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Radon-222 (gas radioaktif) yang muncul dari peluruhan Uranium-238 di dalam tanah, kemudian dapat memasuki udara dalam ruangan. Radon adalah kontribusi besar terhadap paparan radiasi internal pada manusia.
Radiasi kosmik (cosmic rays) dari luar angkasa juga menyumbang paparan radioaktif lingkungan, terutama di ketinggian tinggi atau di daerah terbuka.[2]
Pelepasan radionuklida akibat aktivitas industri dan medis, seperti penggunaan radioisotop dalam diagnosis atau terapi medis, limbah radioaktif dari fasilitas nuklir, dan uji coba senjata nuklir.[3] Selain itu, adanya pencemaran radioaktif akibat limbah atau kebocoran dari instalasi radiodiagnostik rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Pencemaran radioaktif di area pertambangan dan pelepasan radionuklida alami yang terkonsentrasi (Naturally Occurring Radioactive Material) dalam aktivitas seperti penambangan batu bara juga menjadi sumber radioaktivitas ini.[4][5]