Sejarah
Rex Regum Qeon (RRQ) didirikan pada Oktober 2013 oleh Riki "Qeon" K. Suliawan selaku pendiri (founder) dan Adrian "AP" Pauline sebagai rekan pendiri (co-founder) dan selanjutnya menjabat sebagai CEO RRQ. Organisasi ini berawal dari hobi bermain gim keduanya yang kemudian berkembang seiring minat mereka terhadap kejuaraan Dota 2 hingga akhirnya mendorong didirikannya RRQ sebagai sebuah organisasi profesional di bidang esports.[3]
Dari tahun 2013 hingga 2017, RRQ hanya memiliki satu tim divisi, yaitu Dota 2. Adrian Pauline menyatakan bahwa pada awalnya organisasi ini hanya dijalankan sebatas hobi dan pekerjaan sampingan, tanpa berfokus pada aspek bisnis. Namun, dengan meningkatnya popularitas esports pada tahun 2014, Andrian Pauline, yang awalnya adalah Product Director di QEON Interactive, mengundurkan diri dari jabatannya dan mengalihkan fokusnya ke tim RRQ. Sejak saat itu, RRQ mulai mengarahkan perhatian secara serius pada pengembangan bisnisnya.
Pada tahun 2017, RRQ menambah tiga divisi esports baru, yaitu RRQ Endeavour di Point Blank, RRQ.O2 di Mobile Legends, dan satu tim divisi PUBG yang bertahan relatif singkat.[3][4] Pada akhir tahun 2019, Adrian Pauline memutuskan untuk memindahkan RRQ Endeavour dari Point Blank ke gim Call of Duty: Mobile.[4]
RRQ pernah memperluas cabang internasionalnya di Thailand, Brasil, dan Filipina.[3] Namun, hingga saat ini, satu-satunya cabang internasional RRQ yang masih aktif adalah di Filipina, yaitu RRQ Kaito.[4]
Pada tahun 2020, RRQ menduduki peringkat ketiga sebagai organisasi esports terpopuler di dunia berdasarkan aktivitas di media sosial. Peringkat ini berdasarkan laporan yang dirilis oleh Shareable, sebuah perusahaan pemantau data yang berbasis di New York, dalam laporannya yang berjudul The State of Social Media 2020. Dalam laporan tersebut, aktivitas penggemar RRQ di media sosial sepanjang tahun 2020 mencapai 26,5 juta aktivitas. Angka ini hanya berada di bawah Faze Clan dengan 142,9 juta aktivitas dan G2 Esports dengan 38,1 juta aktivitas.[5][6]
Pada tahun 2025, RRQ terpilih sebagai salah satu organisasi yang bergabung dalam Esports World Cup Foundation (EWCF) Club Partner Program, dengan pendanaan hingga sebesar USD 1 Juta, untuk mendukung pengembangan merek dan operasional tim di tingkat internasional.[7] Sebagai bagian dari partisipasinya dalam Esports World Cup (EWC) 2025, RRQ membentuk dua divisi baru, yaitu Tekken 8 dan Street Fighter 6.[8]
Gaji
Adrian Pauline, CEO RRQ, dalam wawancaranya dengan Kompas TV pada tahun 2021, menyatakan bahwa organisasi esports miliknya memberikan gaji kepada para pemain timnya setiap bulan, kira-kira sekitar 1 hingga 3 Juta Rupiah per bulan.[3] Pada tahun 2024, Adrian Pauline menyebutkan bahwa minimal gaji pemain RRQ, khususnya pemain yang bermain di MPL Indonesia, adalah minimal setara dengan UMR Jakarta dengan rata-rata sebesar 7 Juta Rupiah.[9]