Sebuah aplikasi untuk pembentukan sebuah maskapai penerbangan yang berbasis di Provinsi Shandong telah dipenuhi oleh Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok (CAAC) oleh Nanshan Group yang berbasis di Yantai pada tanggal Mei 2013(2013-05).[3] Persetujuan yang diterima oleh CAAC di antara bulan tersebut dan tanggal Juni 2013(2013-06),[4] ketika Qingdao Airlines dibentuk.[1]
Urusan perusahaan
Kepemilikan
Pada awalnya, maskapai penerbangan ini dimiliki oleh Nanshan Group(55%), the Qingdao Transport Development Group(QTDG)(25%) dan Shandong Airlines(20%). Modal awal dari Qingdao Airlines adalah sebesar CNY1miliar(USD161juta).[1] Pada tanggal Juli 2015(2015-07), Shandong Airlines melakukan perpindahan saham ke anak perusahaan dari Nanshan Group; hingga Agustus2015[update], rencana maskapai penerbangan untuk menjual 25% saham yang dimiliki oleh QTDG untuk menjadi perusahaan swasta sepenuhnya.[5]
Tokoh kunci
Hingga April2014[update], Song Zuowen adalah presiden dari maskapai penerbangan ini.[6]
Kantor pusat
Kantor pusat dari maskapai penerbangan ini berada di Distrik Chengyang, Qingdao.[7]
Tujuan
Qingdao Airlines
Operasi maskapai penerbangan ini dimulai pada tanggal 26 April 2014(2014-04-26) menghubungkan Qingdao dengan Chengdu.[1]Hingga Agustus2015[update], Qingdao Airlines juga melayani beberapa tujaun:[5]
Maskapai penerbangan ini memiliki tujuan untuk menjadi sebauh ″maskapai penerbangan butik″ dan memiliki rencana untuk membuka layanan ke Shenzhen dan Shenyang dalam waktu yang tidak terlalu jauh; Guangzhou dan Shanghai diharapkan untuk dilayani dalam jangka panjang.[1]
Armada
Pada tanggal September 2013(2013-09), sebuah pemesanan untuk lima Airbus A320 dan 18 A320neo dilakukan dengan nilai kesepakatan sebesar USD2.5miliar;[8] di mana pesawat ini akan mulai diantar pada tahun 2016.[2][9] Pesawat pada tahap pertama dari maskapai penerbangan ini, sebuah Airbus A320 dengan kapasitas kursi 152 kursi, pada awal April2014.[10][11] Pada Agustus 2015, armada maskapai penerbangan ini terdiri dari enam Airbus A320s. Qingdao Airlines memiliki rencana untuk mengembangkan jumlah armadanya hingga enam puluh pesawat pada tahun 2020.[5]