Pada Asian Games ini ia meraih medali perak. Walaupun meraih perak, namanya tetap harus dicatat sebagai perintis medali tim Merah-Putih dan mencatat angka 1.395 di nomor single putri. “Saya agak down di gim keempat, hanya mencatat 178,” katanya. “”Putty punya mental luar biasa, ia mampu bangkit setelah itu,” kata Sidney Allen, sang pelatih. Putty mengaku memiliki semangat lebih berlomba di Qatar. “Barangkali karena ini Asian Games pertama dan saya ingin mempersembahkan medali buat negeri ini,” katanya. Angka Putty dinilai berkelas dunia. Itu tak berlebihan karena prestasi wanita ini memiliki peringkat dunia. Putty adalah peringkat kedelapan Kejuaraan Dunia di Caracas, Venezuela, November2006. Ia juga peringkat kedua dalam World Master.
“Saya selalu menargetkan menjadi juara jika turun berlomba,” kata gadis yang sudah memutuskan untuk hidup dari dunia boling itu.
Penggemar buku-buku karya John Grisham serta Dan Brown ini sudah mantap di lintasan boling. Ia rela meninggalkan kuliah dan berkutat setiap hari dengan bola gelinding.